Kota Ternate Marak Investasi Bodong

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPRD, Fahriyal Yunus Abas

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, menyoroti maraknya investasi bodong yang terjadi di Kota Ternate.

Anggota Komisi II DPRD, Fahriyal Yunus Abas meminta agar investasi bodong di Ternate segra dihentikan, jika tidak memiliki perizinan usaha.

“Ternate mulai dihebohkan dengan simpan pinjam atau investasi Bodong,  investasi ini saya lihat dengan cara misalnya, kita masukan uang Rp 5 juta atau Rp 10 juta, bisa ambil hingga 100 persen ini merupakan satu kegiatan yang saya nilai tidak betul,” kata Fahriyal kepada KabarMalut, Selasa (23/1/2018).

Menurut dia, hal ini sementara lagi marak di Ternate, dan pernah terjadi di Kota lain yang berakibatnya fatal.

“Komisi II DPRD, meminta kepada pemerintah terutama pada dinas terkait, agar memanggil pihak-pihak terkait untuk mempertanyakan investasi yang dilakukan itu memiliki surat izin atau tidak, kita juga ingatkan pada masyarakat agar hati-hati dalam investasi, karena Bank saja yang miliki pemerintah dengan jumlah dana triliun dengan bunga sebesar itu tidak berani dalam waktu yang begitu cepat, ini sangat bahaya,” tuturnya.

Tambah dia, sudah seharusnya dinas terkait segera memangngil para perusahaan yang melakukan investasi ini, untuk mencari tahu seperti apa bentuk kegiatannya, jangan-jang pelaku usaha ini belum memiliki izin untuk beroprasi di Kota Ternate.

“Saya juga sudah dengar di kelurahan Ubo-Ubo sudah ada ketika uangnya dimasukan Rp 25 juta,  waktu pengambilannya dikembalikan hanya Rp 25.500 ribu,  padahal janjinya itu adalah Rp 50 juta, ini yang bahaya jika investasinya hingga miliaran terus orangnya lari masyarakat mau kemana. Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini SKPD terkait segera menindaklajutinya, jangan sampai masyarakat Kota Ternate menjadi Korban dengan adanya simpan pinjang yang tidak masuk akal,” tegasnya. (Nan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut