MUI Minta Masyarakat Hati-Hati Investasi Bodong

  • Bagikan
Ketua MUI Kota Ternate, Usman Muhamad

TERNATE – Setelah disorot oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate atas kasus investasi bodong yang mulai marajalela di Kota Ternate, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  juga menyuarakan hal yang sama.

Ketua MUI Kota Ternate, Usman Muhamad menuturkan, investasi itu antara pemodal dan menerima modal harus ada taransparasi,  yang artinya usaha apa yang dilakukan, sehingga keuntungan dalam bagi hasil harus jelas. Investasi yang dilakukan saat ini terdapat di beberapa titik, seperti di Kelurahan Mangga Dua dan Dufa-Dufa, dengan janjian penabung Rp 5 juta kemudian menjadi Rp 10 juta sangat tidak wajar.

“Saya pikir lembaga keuangan Perbankan pemerintah yang resmi saja tidak berani menawarkan investasi seperti itu,” ungkapa Usman ketika dikonfirmasi, Rabu (24/1/2018).

Ia mengaku, investasi semacam itu tidak akan bertahan lama, dan suatu saat bakal jadi masalah.

“Kami minta kepada masyarakat agar jangan terlalu terpengaruh dengan janji investasi hingga 50 persen itu, hal ini harus dipertanyakan,” tegasnya.

Lanjut dia, kejadian investasi uang seperti ini sudah sering terjadi di pulau Jawa, dan ini tidak menjamin untuk bertahan lama, sehingga masyarakat jangan mudah tertipu dengan investasi seperti ini karena tidak wajar.

“Jika orang yang melakukan investasi namun tidak tau investasi apa yang dilakukan ini sudah termasuk ribah,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar melakukan investasi perlu dicaritahu lebih dalam lagi, karena investasi dengan janji-jani dan bonus hingga 50 persen itu sangat besar, maka masyarakat harus lebih hati-hati, jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari. MUI berharap instansi berwewenang segera mengantisipasi hal ini, jangan sampai sudah ada korban baru bergerak.

“Kami minta, instansi yang berwewenang  rutama pihak Kepolisian selaku aparat penegak hukum agar segera hentikan itu (investasi bodong), jangan sampai usaha itu timbul masalah baru kita kaget,  karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” harapnya. (Nan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut