PT Adhita Berhutang Kontribusi ke Pemda

  • Bagikan
Ilustrasi: Perusahan Nikel di Haltim

MABA – Konstribusi daerah oleh sejumlah perusahan pertambangan nikel di wilayah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), meski sebagiannya telah melunasi, hanya saja PT Adhita sendiri masih berhutang dua bulan.

Kepala Bagian Ekonomi dan Pembagunan Setda Haltim, Kalla Soleman mengaku, dari 4 perusahan tambang yang beraktifitas di Haltim, 3 diantaranya telah melunasi konstribusinya ke Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim, sampai dengan November 2017.

“Sementara untuk pembayaran Desember dibayar bulan Januari ini, yakni PT Antam dan PT Ara, sedangkan untuk PT Haltim Mining sudah lunas,” akunya.

Namun, lanjutnya, untuk PT Adhita sendiri hingga kini belum melakukan pelunasan ke Pemda. Akan tetapi  pihak PT Adhita sudah berkomitmen untuk membayar tunggakan meraka pada bulan ini juga.

“Kalau PT Adita total pengapalan sebanyak 2 KapaL ditambah 1 tongkang dan itu meraka janji bulan ini dibayar ke Pemkab,” ujarnya.

Total pengapalan yang belum dibayar oleh pihak perusahan, baik PT Antam, PT Ara dan juga PT Adhita hingga kini sebanyak 10 kapal 1 togkang. Yang terdiri dari 7 Kapal di bulan Desember oleh PT Antam, PT Ara 1 kapal dan PT Adhita 2 kapal 1 tongkang.

“Kalau soal besaran anggaran yang belum dibayar oleh pihak perusahan, kami belum melakukan perhitungan, karena selain menghitung jumlah kapal dan banyaknya kubikasi, harus juga menghitung kadar nikel yang diangkut,” terangnya. (*)

 

Editor: Narjo Usman

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut