Setahun Tunjangan Kinerja Guru Tidak Dibayar Kemenag Halteng

  • Bagikan
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Halteng, Hamsah

WEDA – Selama satu tahun terakhir para guru Madrasah di Halmahera Tengah (Halteng) tidak mendapat tunjangan kinerja non sertifikasi dari Kementerian Agama (Kemenag). Akibatnya para guru mempertanyakan serta mengeluhkan pelayanan Kemenag.

Salah satu guru mengaku, selama setahun terakhir pihak Kemenag Halteng tidak lagi membayar tunjangan kinerja mereka tanpa alasan yang jelas. Padahal tahun sebelumnya yakni 2016, guru non sertifikasi diberikan tunjangan kinerja.

“Kami selama mengajar satu tahun di Madrasah sebagai guru dari pihak Kemenag Halteng belum membayar tunjanggan sertifikasi kinerja kami. Selama ini kami cuman dijanji palsu,” ungkap salah satu guru yang tidak mau dipublikasi namanya kepada KabarMalut,  Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, para guru selain menerima gaji pokok, juga  mendapat tunjangan kinerja non sertifikasi, namun entah kenapa di tahun 2017 tidak dibayarkan oleh Kemenang Halteng.

“Biar bagamanapun kami ini telah mengabdi kepada negara dan bangsa, disamping gaji per bulan, semestinya mendapat tunjanggan kinerja selama kami mengajar,” cetusnya.

Terpisah,  Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Halteng, Hamsah saat dikonfirmasi membatah tudingan tersebut. Menurutnya, tunjanggan kinerja guru madrasah yang sudah tersertifikasi semua sudah dibayarakan terkecuali belum tersertifikasi.

“Bukan tidak dibayar, bukan cuman Kemenag di Halteng tapi seluruh Kemenag yang tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama ini kami sudah berupaya memperjuangkan ke Kemenag pusat di Jakarta, kami cuman menunggu arahan,” jelasnya.

Dari hasil koordinasi dengan Kemenag RI, dimintalah data guru madrasah yang belum sertifikasi yang belum mendapat tunjangan kinerja. Diharapkan, dalam waktu dekat, para guru non sertifikasi bakal dibayarkannya tunjangan dimaksud.

“Kami meminta kepada guru yang belum sertifikasi yang belum terbayar tunjanggan kinerjanya agar supaya bersabar, insya Allah dengan diminta datanya dari kemenag pusat ada harapan agar supaya terbayarkan,” tutupnya. (*)

 

Editor: Narjo Usman

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut