Warga 8 Desa Dukung Barataku Jadi Ibu Kota Loteng

  • Bagikan
Massa Aksi Forum Pelajar dan Masyarakat Loloda bersama Anggota DPRD Halbar

JAILOLO – Warga 8 desa Kecamatan Loloda Tengah (Loteng) menggelar aksi mendukung keputusan Pemerintah Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Barat (Halbar), yang menetapkan Desa Barataku sebagai ibu kota Kecamatan Loteng.

Warga yang tergabung dalam Forum Pelajar dan Masyarakat Loloda  ini, meminta dukungan Pemkab dan DPRD mendatangani spanduk yang telah disiapkan, sebagai bentuk dukungan Desa Barataku menjadi pusat Kecamatan Loteng.

Sekda Halbar Syahril Abdurrajak, menandatangani spanduk dukungan

Korlap Aksi, Apeles Kaeli dalam orasinya mengatakan, DPRD dan Pemkab Halbar segera menetapkan Baratuku sebagai ibu kota kecamatan dan jangan menunda lagi. Sebab, ada kelompok yang mengatasnamakan masyarakat Loloda itu tidak benar.

“Kami dari 8 desa datang untuk menyampaikan dukungan atas keputasan DPRD dan Pemerintah Daerah, yang sudah sangat benar menetapkan Barataku menjadi ibu Kota Kecamatan Loloda Tengah. Sebab sangat layak dan stategis kedudukan pusat pemerintahan kecamatan,” ungkap Apeles Kamis (1/2/2018).

Warga berterimah kasih Pemda dan DPRD atas hadia 31 Desember 2017 yang menetapkan Desa Barataku sebagai ibu kota Kecamatan Loteng.

“Perlu kami sampaikan aksi ini adalah aksi damai untuk segera meresmikan Baratuku menjadi ibu kota kecamatan,” pintahnya.

Aksi warga ini tidak berlangsung lama karena direspon oleh pemerintah dan langsung menerima mereka untuk melakukan hering dengan menyerahkan berkas kepada pemerintah daerah, sebagai bentuk dukungan.

Penyerahan dokumen dukungan Barataku jadi Ibu Kota Loloda Tengah

Hering tersebut dipimpin langsung Sekda Halbar Syahril Abdurrajak, yang didampingi Staf Ahli dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemkab Halbar.  Dalam kesempatan itu, Syahril mengungkapkan, pada prinsipnya sudah sah dan karena ada peraturan daerah dan soal peresmian tinggal menunggu waktunya.

Dihadapan massa aksi, Syahril  berharap segera melakukan persiapan untuk peresmian ibu kota kecamatan Loteng.

“Ini sudah sah,  kalau gangguan lain sah-sah saja,  sebab pemerintah bekerja sesuai hasil kajian tim verifikasi. Untuk itu, marilah kita sama-sama tekatkan pelayanan di sana (Loteng),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Halbar Djufri Muhammad, di tempat terpisah, berharap Pemkab Halbar segera percepat kode register dan menentukan waktu peresmiannya.

“Bupati dan Sekda segera menindaklanjuti desakan 10 desa untuk segera mengeluarkan operasional kantor Camat, sehingga tidak lagi membingungkan masyarakat,” timpalnya. (*)

 

Editor: Narjo Usman 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut