Pantai Rapa Pelangi Bobanehena Jadi Favorit Wisatawan

  • Bagikan
Wisata Bobanehena dengan Cottage (Bungalow) yang disediakan untuk wisatawan

PANTAI Rapa Pelangi berada di desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat (Halbar) dikenal memiliki garis pantai dan lautnya yang indah. Setiap akhir pekan, wisatawan lokal maupun luar daerah berbondong-bondong pergi ke Banehena untuk berlibur, tak ketinggalan sunset menjadi buruan wisatawan saat menikmati liburan di pantai ini.

Banyak orang pergi ke pantai Rapa Pelangi sekedar menghilangkan rasa letih dalam aktivitas sehari-hari dengan menikmati pantai. Tak kalah menarik pantai ini juga sangat cocok menikmati indanya sunset.

Sehingga dengan begitu, pantai ini dijuluki Rapa Pelangi. Rapa Artinya, rempuk awal para pejuang, sedangkan Pelangi adalah pemandangan laut yang indah.

Pada saat kepemimpinan Kepala Desa Bobanehena, Iswan akhir tahun 2016 hingga kini dengan program wisatanya mulai berbenah, akhirnya menjadi desa dengan destinasi wisata andalan di Halbar.

Kepala Desa Bobanehena, Iswan

Dengan upaya selam ini, akhirnya membuahkan hasil, dengan mendapat perhatian penuh Pemerintah Halbar melalui Dinas Pariwisata. Baik mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Semua itu kembali pada keiklasan kita untuk berbuat baik terhadap desa, dan Alhamdulillah tidak sia – sia,” ungkap Kades Bobanehena Iswan.

Untuk saat ini, lanjut Iswan, fasilitas pendukung baik yang sudah ada maupun dalam tahap proses membangun diantaranya, 8 unit Gazebo, 1 unit Sasadu, 5 unit Cottage (Bungalow), serta masih banyak lainnya.

Dikatakannya, untuk wisatawan, pihaknya juga menyediakan paket,  mulai dari penerimaan obor atau dalam istilahnya penjemputan, kemudian menikmati rute kuluidehe,  setelah itu pulang dapat menikmati sunrise atau matahari terbit. Termasuk perjalanan gerobak sapi sepanjang 200 meter,  kemudian dilanjutkan dengan pic up atau ojek yang jarak tempuh satu kilometer.

Wartawan KabarMalut bersama Kades Bobanehena Iswan, dan Pengurus Wisata

Tidak hanya sampai disitu, setelah menuju tempat persinggahan pertama wisatawan di suguhkan air kelapa muda. Para wisatawan pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri pohon cengkih dan pala abad 18, dengan jarak 250 meter menuju persinggahan ke dua.

Wisatawan dapat beristirahat sembari menikmati alam sekitar, kemudian melanjutkan perjalanan ke titik utama tepat di kebun pisang mulu bebe, sekaligus menikmati keindahan alam Jailolo dengan kuliner khas tradisional halmahera barat ‘Rimo’

“Kami sediakan paket untuk wisatawan sehingga dapat menikmatinya, dengan menyediakan fasilitas Cottage (Bungalow) diatas atas laut yang memadai dan malam hari ditampilkan hiburan tarian tradisional, sekaligus api unggun,”pungkasnya. (*)

 

Editor: Narjo Usman

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut