Menuntut Pembangunan Jembatan, Mahasiswa Obi Dikasari Oknum ASN

  • Bagikan
Aksi mahasiswa Obi di depan Kantor Gubernur Malut

SOFIFI – Sejumlah  mahasiswa yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Obi, melakukan aksi demonstrai di depan kantor Gubernur Maluku Utara, untuk menuntut pembangunan jembatan Jikotomo di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan, masa aksi berhasil bertemu dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku Utara, Muabdin A Radjab. Untuk menagih janji Pemrov akan membangun jembatan tersebut pada tahun 2018.

Akan tetapi dalam tatap muka tersebut, terjadi diskusi yang alot antara Sekda dan mahasiswa, ditengah diskusi tersebut ada oknum Aparat Sipil Negara (ASN), yang kemudian memukul meja dan membentak bentak mahasiswa. Menanggapi hal ini, pengurus DPD KNPI Malut, M. Risman Amin Boti, yang juga merupakan putra Obi, mengecam sikap oknum ASN tersebut.

“Sikap otoriter,  begitu yang saya sampaikan kepada perwakilan Pemprov Malut yang berada dalam ruang pertemuan Sekda dikantor Gubernur, Sofifi 5 Februari kemarin. Apa yang terjadi menunjukkan mereka bukan pelayan rakyat karna sikapnya terhadap para Mahasiswa,” katanya dalam rilis yang disampaikan ke KabarMalut, Selasa (6/2/2018).

Risman menyebutkan,  Pemprov Malut sebagai pelayan masyarakat harusnya mendengar dan merespon aspirasi yang disampikan oleh mahasiswa, bukan dengan membentak dan hendak memukul mahasiswa, karena aksi yang dilakukan tersebut juga merupakan suara dari rakyat Obi.

“Mereka datang dengan baik-baik dan meminta kejelasan terkait tindaklanjut janji Wagub Malut saat melakukan aksi sebelumnya, sehingga aksi kemarin dilaksanakan sebagai jawaban meminta janji wagub,” ujarnya.

Menurutnya, meksipun disadari bahwa kondisi keuangan pemprov sementara ini sedang tidak baik, akan tapi,  pembangunan jembatan jikotamo yang menghubungkan Desa Buton dan desa desa yang putus sejak akhir tahun 2016 lalu.

“Sampai saat ini belum ada sedikitpun tanda untuk dibangun kembali.  Maka,  sikap mahasiswa yang sedikit dianggab mengeluarkan bahasa tidak baik didasarkan karena sikap pemprov seakan lambat melihat keadaan di Obi,” jelasnya.

Dia melanjutkan, aksi ini akan terus dilakukan hingga jambatan Jikotomo dibangun kembali karena memiliki posisi yang sangat vital bagi masyarkat.

“Kepada masyarakat untuk terus mendukung langkah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Obi dalam perjuangkan atas pembangunan jembatan putus di Jikotamo,  Obi Halmahera selatan,” ungkapnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut