Tolak Sidang Amdal PT Terarex Mina Jaya, Mahasiswa Diusir Dari Ruangan

  • Bagikan
Aksi penolakan Amdal PT Terarex Mina Jaya

TERNATE – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Pemuda Peduli Lingkungan Maluku Utara, melakukan aksi unjuk rasa menolak kehadiran perusahan tambang emas, PT Terarex Mina Jaya yang rencananya akan beroperasi di Kecamatan Malifut dan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

“Dua kecamatan di Kabupaten Halut itu juga masuk dalam area lingkar tambang PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), dan PT NHM sudah membawa mala petaka bagi masyarakat sekitar. Namun hari ini malah dikejutkan dengan kehadiran salah satu perusahan baru, yakni  PT Terarex Mina Jaya yang sudah samapai pada tahapan sidang Amdal,” teriak Koorlap Aksi, Putra Arfa dalam orasinya, Selasa (6/2).

Lanjut dia, kehadiran PT Terarex di dua kecamatan itu juga dengan target pertambangan  emas.

“Setelah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dikeluarkan oleh Bupati Halut pada tahun 2009 lalu, Perusahan tersebut langsung tancap gas dan melakukan sidang Amdal tanpa ada sosialisasi, dan tida ada transparansi. Pihak perusahan juga secara diam-diam memanggil oknum-oknum yang mengatsnamakan masyarakat untuk diikut sertakan dalam sidang Amdal tersebut,” jelasnya.

Aksi yang digelar di depan Mall Lama, itu juga bertepatan dengan sidang pembahasan Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di lantai 6 Hotel Muara karena mahasiswa juga menolak dan berencan mengagalkan sidang Amdal. Mahasiswa sempat memprotes jalannya pembahasan sidang Amdal, namun mereka dikeluarkan dari ruangan oleh petugas dengan alasan mereka tidak undang.

“Kami menolak kehadiran PT Terarex dan  sidang pembahasan Amdal di Muara Hotel, namun pihak perusahaan dan  keamanan bubarkan kami dengan alasan tidak diundang,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai informasi yang diterima, pembahasan sidang Amdal tersebut dihadiri oleh keterwakilan dari 10 desa yang masuk dalam area lingkar tambang. Namun setelah ditelusuri, ternyata informasi itu tidak betul sehingga mahasiswa melakukan aksi perlawanan.

“Sudah terlalu lama kita dibohongi, tanah yang hasilnya diambil justeru mendatangakan mala petaka bagi masyarakat. Untuk itu, Pemuda Peduli Lingkungan Maluku Utara bersikap dan mendesak, tolak sidang Amdal dan cabut ijin IUP, PT Terarex Mina Jaya. Kemudia beberapa kepala desa yang mengatasnamakan keterwakikan dari masyarakat 10 desa itu harus diidentifikasi dan memintai pertanggug jawabannya,” tesanya. (*)

 

Editor: Narjo Usman

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut