Angka Kematian Ibu dan Bayi di Puskesmas Gebe Tergolong Tinggi

  • Bagikan

WEDA – Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), yang berjaya dengan kekayaan tambang dan memberikan pemasukan besar bagi negara dan perusahan yang beroperasi di sana, rupanya tak berbanding lurus dengan  kesejahteraan masyarakatnya.

Tengok saja fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih kepada kasus angka kematian ibu dan anak yang begitu tinggi karena kekurangan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di pulau yang kaya ini.

Pelaksana Harian Puskesmas Gebe, Bachtiar mengatakan, pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan perlu di tingkatkan, sebab berdasarkan angka kematian ibu dan bayi tiap tahun terus meningkat di Gebe.

“Untuk jumlah total angka kematian ibu sebanyak 5 orang, dan bayi dan anak 30 orang, jadi total 35 orang,” jelas Bachtiar kepada KabarMalut saat ditemui di Puskesmas Gebe, Kamis(8/2/2018).

Dia mengaku, terjadi kematian ibu dan bayi disebabkan karena kekurangan tenaga bidan, fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat datang berobat di Puskesmas masih minim.

“Kami sudah rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat di setiap desa, baik sosialisasi melalui kegiatan posyandu maupun promo kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini kendala yang dihadapi Puskesmas Gebe adalah mobil Ambulance. Sebab, mobil tersebut sudah rusak sejak tahun 2007 lalu, namun sampai sekarang belum ada pengganti. Padahal wilayah kerja Puskesmas cukup jauh, seperti sosialisasi di Desa Umerah dan Desa Sanafi.

“Kita harap pemerintah bisa akomodir mobil ambulance Puskesmas Gebe, karena sudah berulang kali, tapi tak diakomodir,” harapnya.(Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut