Gelar Penertiban, P2TL Temukan Sejumlah Pelanggaran

  • Bagikan
Tim P2TL lakukan penertiban penggunaan tenaga listrik

SANANA – Untuk memininalisir pelanggaran dalam pemakaian listrik oleh seluruh pelanggan Perusahan Listrik Negara (PLN) di Indonesia, maka dibentuklah tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) untuk membrantas para calo dan berbagai persoalan listrik.

Kepala PLN Sanana, Ibrahim Soleman mengatakan, tim P2TL yang telah bekerja keras dalam pemeriksaan meter di Kepsul dari Pulau Mangoli hingga Sulabesi kurang lebih 4 bulan ini, telah menemukan banyak pelanggaran. Diantaranya penggunaan Miniature Circuit Breaker (MCB) tidak disesuaikan dengan penggunaan daya pada meteran, sehingga pelanggan terkesan merugikan PLN dari sisi beban, bahkan ada juga yang menggunakan MCB yang bukan standar PLN.

“Tim P2TL menemukan banyak sekali pelanggaran dalan penggunaan listrik negara, ada pelanggan gunakan MCB dengan kapasitas melebihi beban, untuk menyanggupi beban daya sementara menggunakan meteran dengan daya rendah,” ungkap Ibrahim kepada KabarMalut, Sabtu (10/2/2018).

Ibrahim mengaku, ketentuan penggunaan MCB telah diatur, dimana beban meteran dengan Daya 450 VA maka MCB yang digunakan harus 2 ampere, daya 900 VA menggunakan MCB 4 Ampere, daya 1.300 VA menggunakan MCB 6 ampere dan daya 2200 menggunakan MCB 10 ampere. Selain pelanggaran diatas, P2TL juga berhasil menemukan ada oknum pegawai PLN yang menyalanggunakan kewenangan dengan menjual metera ke pelanggan.

“P2TL juga berhasil mengungkap mahfia kecil, yaitu pegawai PLN yang memanfaatkan kapasitasnya sebagai untuk melakukan kejahatan menjual meteran Pasca Bayar tanpa pengetahuan Kantor. Pemasangan meteran secara diam-diam tanpa diketahui kantor, dan mereka saat ini telah dimintai ganti rugi atas perbuatannya,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut