Perangi Hoax, Kajih Gandeng Lembaga Negara

  • Bagikan
Kapolda Malut Brigjen Pol. Achmad Juri dan Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo melakukan penandaangan anti hoax

TERNATE – Komunitas Jurnalis Hukum dan Kriminal (KAJIH) Maluku Utara (Malut), menggagas kegiatan perangi hoax dan anti hoax menuju Pilkada damai.  Kegiatan yang berlangsung di taman Nukila itu diawali dengan senam zumba bersama warga sebelum dibuka dengan resmi oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri.

Selain Kapolda, Danrem 152 Babullah yang diwakili,  Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, Dandim 1501 Ternate Letkok Inf Abdul Rajak Rangkuti,  Kapolres Ternate, AKBP Kamal Bahtiar, perwakilan Danlanal Ternate serta pejabat utama Polda Malut.

Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo megatakan, pers memiliki peran besar dalam sejak zaman kolonialisme,  yang membakar serta menyatukan rakyat Indonesia melalui pemberitaan.  Untuk itu lanjutnya di momentum Pilkada pers harus membangkitkan masyarakat untuk menolak politik uang serta meminimalisir isu sara.

“Karena kita sadar bahwa isu SARA sering kali terjadi dalam momentum Pilkada maka pers adalah kekuatannya,” kata Syahrani, Minggu (11/2/2018).

Dia tidak menepis akan isu suku agama dan ras (sara) selalu bertebaran di medsos. Isu hoax tersebut kata Syahrani hanya bisa diantisipasi dengan berita profesional dari media.

“Masyarakat lebih percaya pers daripada isu di medsos,  “tandasnya.

Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol.  Achmad Juri menuturkan,  melalui Hari Pers Nasional (HPN) ini,  media bisa mengawal pemerintah dan lembaga negara untuk memenuhi tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa dan turut serta mencerdasakan bangsa.

Jendral asal Jawa Timur itu juga berharap pers bisa menjadi sumber utama dalam menjaga netralitas dalam meredam isu hoax serta bisa mencerahkan semua pikiran berbagai elemen.

“Agar semua kegiatan bisa berjalan aman dan sukses, tanpa ada hambatan yang merugikan,” jelasnya.

Orang nomor satu di korps Bhayangkara Malut itu, mengaku saat ini media sosial masih sering dijadikan oleh oknum tertentu untuk menyebar informasi palsu terutama pada memontem Pemilu. Meski begitu kata Achmad, media masih menjadi rujukan informasi yang benar karena mengedenpakan kebenaran melalui konfirmasi.

“Di momen yang baik,  setidaknya rekan-rekan media bisa menjadi rujukan konfirmasi kebenaran informasi yang ada di Malut dan kita harus perangi hoax,” pintahnya.

Menurut Achmad memerangi hoax harus dimulai dari diri sendiri terutama dalam bersikap.

“Dengan selalu mengendenpakan kepala dingin, dan pertama dari diri kita,  jangan membuat tulisan yang sara,  “paparnya, sembari mengaku polda juga telah membentuk satuan khusus yang menangani hoax.

“Ini untuk orang-orang yang pengecualian tadi saya peringatkan agar bisa menahan diri dan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar, karena ancaman hukumannya 5 tahun,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pembina KAJIH, Irman Saleh mengatakan,  eksistensi seorang jurnalis terletak pada tulisannya. Untuk itu, kata Irman wartawan memiliki tanggung jawab sebagai media agar tetap mengendepankan independen dalam pemberitaan.

Dia berharap melalui momentum peringatan HPN, wartawan bisa menjadi media yang mendamaikan.

“Saya tekankan kepada adik-adik saya untuk selalu menjaga netralitas serta tidak mudah menangkap isu yang memberi dampak terhadap masyarakat,  “pungkas redaktur Hukum dan Kriminal Malut Post.

Kegiatan yang disponsori oleh PT Antam ini juga dilakukan penandatangan anti hoax pada kain putih sepanjangan 50 meter. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut