Ketertiban Lingkar Tambang Segera Terwujud

  • Bagikan
Aktivitas Karyawan PT NHM

TOBELO – Tenggat waktu 15 Februari yang diajukan oleh Bupati Halmahera Utara kepada PT NHM agar memenuhi tuntutannya atas pelaksanaan program CSR di desa-desa sekitar lokasi pertambangan tinggal beberapa hari lagi.

Namun kemungkinan terjadinya ketegangan nampaknya bisa terhindarkan menyusul perkembangan yang baik beberapa saat terakhir. Upaya komunikasi tengah berlangsung untuk mencari penyelesaian masalah itu.

“Ya mudah-mudahan begitu, karena kami memang terus berusaha agar tercipta komunikasi yang baik sehingga persoalan akan selesai dengan baik,” ujar Presiden Direktur PT NHM, Anang Rizkani Noor, saat dimintai komentarnya, Senin 12 Februari 2018.

Dia tak memberikan rincian lebih jauh menyangkut upaya-upaya komunikasi yang tengah berlangsung untuk mencapai penyelesaian yang bisa diterima oleh semua pemangku kepentingan termasuk warga desa-desa sekitar wilayah operasi perusahaan tambang ema situ.

Sebagaimana telah diberitakan beberapa media, pihak Polda Maluku Utara telah berusaha agar tidak terjadi konflik lebih lanjut menyusul adanya serangkaian protes beberapa bulan terakhir. Aparat kepolisian dalam hal ini menempatkan diri sebagai mediator menuju terwujudnya ketertiban di sana.

Untuk itu, pada 9 Februari 2018, pihak Polda menggelar pertemuan dengan Bupati Halmahera Utara bersama lima camat wilayah lingkar tambang. Bertempat di ruang rapat utama Polda Malut pertemuan itu berlangsung selama dua jam dan dipimpin oleh Wakapolda Kombespol Lukas Arry Dwiko.

Sejauh ini tak penjelasan rinci apa saja persoalan yang dibahas dalam pertemuan itu. Namun yang pasti pihak kepolisian mengajak menjaga suasana keamanan dan ketertiban. Bagaimanapun, PT NHM merupakan obyek vital nasional yang harus dijaga. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut