Puluhan Rumah Warga Di Halbar Terendam Banjir

  • Bagikan
Salah satu rumah warga yang tergenang air (Foto: Saiful/KabarMalut)

JAILOLO – Intensitas hujan sedang hingga lebat yang melanda wilayah Maluku Utara, senin pukul 03.00 – 07.00 WIT, menyebabkan sejumlah wilayah di kabupaten Halmahera Barat terendam luapan banjir.

Pantauan KabarMalut, di lokasi, Senin (12/2/2018), tinggi air rata-rata berkisar 50 cm hingga mencapai 1 (satu) meter. ini terjadi menggenangi rumah warga di Akediri, pasar desa Gufasa, Tedeng, Kecamatan Jailolo, yang merupakan daerah langganan banjir ini kembali terkena dampaknya.

Julius Yonatan, warga Akediri, mengaku, hujan lebat dihulu sungai membuat rumah warga terkena luapan air sungai pada 10 rumah di desa setempat. Apalagi hujan yang tak kunjung usai semalam membuat warga was – was sehingga tidak bisa tidur karena takut terjadi luapan air dari sungai.

“Hujan semalam membuat kami tidak bisa tidur karena takut terjadi luapan air sungai meluap hingga terendamnya rumah warga,”ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Amirudin,  warga Gufasa, biasanya di pasar gufasa sudah menjadi langganan banjir.

“Setiap hujan dengan durasinya sangat lama maka pasti sasaran banjir tepat di bagian pasar,”tandasnya.

Selain rumah warga, Banjir juga menggenangi ruas jalan yang menghubungkan Sidangoli – Jailolo, sehingga aktivitas warga yang menggunakan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil dari dan ke jailolo mengalami kesulitan.

Suasana di ruas jalan lintas Sidangoli-Jailolo (Foto: Rusdi Samsi)

Rusdi,  salah seorang pengendara, mengatakan akses jalan menuju jalan raya tergenang sehingga sangat menyulitkan mereka saat melintas di jalan raya karena luapan air sungai Domato.

“Air sungai Domato meluap keluar jalan raya mencapai 70 cm sehingga menyulitkan kami untuk melewatinya. Walaupun demikian, jalur tersebut masih dapat dilalui,”ungkapnya.

Sementara Kepala BPBD Halbar Imran Lolori, saat dikonfirmasi KabarMalut, mengatakan,  pihaknya sudah menurunkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun meninjau lokasi – lokasi yang masuk kategori rawan banjir.

“Kami selalu monitor ke lapangan untuk  memantau setiap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat setempat,”pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut