Antsisipasi Bencana, Pemkab Halbar Bentuk Posko Tanggap Darurat

  • Bagikan
Rapat Pembentukan Posko tanggap darurat bencana

JAILOLO – Upaya mengatasi dampak bencana banjir dan angin puting beliung yang menimpa beberapa wilayah di Kecamatan Jailolo dan Jailolo Selatan beberapa hari terakhir ini, membuat Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat membentuk posko tanggap darurat.

Hal itu berdasarkan rapat koordinasi, yang melibatkan instansi terkait, dengan agenda pembentukan Posko Tanggap Darurat Bencana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera  Barat, Selasa (13/2/2018).

Rapat yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Imran Lolory ini, telah membentuk posko Tanggap Darurat Bencana dengan komposisi Bupati dan wakil Bupati sebagai pengarah, Sekda Halbar selaku Komandan, sementara wakil komandan tanggap Darurat di jabat Dandim 1501 Ternate Halbar dan Kapolres Halbar.

Posko tanggap ini selanjutnya akan bekerja memulihkan kondisi pasca bencana banjir di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan dan angin puting beliung yang menimpa beberapa rumah di Kecamatan Jailolo.

Kalak BPBD Halbar Imran Lolory sesusai rapat mengatakan, pembentukan posko tanggap darurat bencana ini diperlukan agar penanganan bencana banjir dan angin puting beliung yang terjadi dapat ditangani lebih optimal.

“Posko tanggap darurat ini dibentuk agar penanganan pasca bencana lebih optimal,” papar Imran.

Sekedar diketahui, akibat bencana angin puting beliung yang melanda Kecamatan Jailolo mengakibatkan 2 unit rumah di Desa Bobo dan 1 rumah di Desa Akediri rusak. Semntara banjir yang terjadi pada Senin kemarin merendam sejumlah rumah di dua desa, yakni Desa Akediri, Kecamatan Jailolo dan Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, yang mengakibatkan 48 rumah atau 66 KK di desa di Desa Dodinga harus mengungsi.

Banjir juga mengakibatkan longsor di Buku Bualawa sehingga mengakibatkan 7 rumah di desa tersebut terkena dampak. Sementara bantuan yang telah disalurkan Pemkab Halbar melalui BPBD dan Dinas Sosial ke Desa Dodinga, yakni 100 buah tikar, 3 buah tenda pengungsi, 48 sak beras, 24 dos mie instan serta obat-obatan dan tenaga medis yang langsung diterjunkan di lapangan.

Kepala BPBD Imran Lolory juga mengajak kepada dinas terkait dan pihak TNI/POLRI untuk selalu tingkatkan kerja sama dalam penanganan pengungsi akibat banjir khususnya di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, karena Dodinga adalah desa yang paling terdampak akibat bencana banjir Senin lalu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut