Awas! Pelajar Keluyuran Diatas Jam 10 Malam Bakal Kena Razia

  • Bagikan
Ilustrasi

TERNATE – Dalam rangka melakukan penertiban terhadap siswa yang suka berkeluyuran malam, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate, mulai melakukan sosialisasi Peraturan Walikota (Perwali) nomor: 42 tahun 2017 tentang Jam Belajar Malam Bagi Peserta Dididk di Wilayah Kota Ternate.

Walikota Ternate, H Burhan Abdurrahman dalam sambuatannya saat membuka sosialisasi ini meminta agar para kepala sekolah dan guru harus turut membantu melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua terkait Perwali Jam Belajar Malam Bagi Peserta Dididk di Wilayah Kota Ternate.

“Perwali ini dibuat dengan harapan para siswa tidak lagi keliaran malam agar lebih giat lagi belajar di rumah, hal ini sama dengan pembuatan Perwali Baca Tulis Al-Quraan, kira berharao agar 5 sampau 10 tahun kedepan siswa yang ada di kota Ternate ini bisa membaca bahkan menghafal Al-Quran, hal ini dilakukan demi generasi kedepan”. Harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Ibrahim Muhammad Rabu (14/2/2018) menyampaikan, Perwali tentang Jam Belajar Malam Bagi Peserta Dididk di Wilayah Kota Ternate ini adalah pengutan peran terhadap orang tua dan masyarakat dalam memberikan kontribusi pengawasan terhadap peserta didik.

“Fenomena sekarang ini siswa atau peserta didik di Kota Ternate ini suka keluyuran malam, sehingga dengan adanya Perwali ini kiranya orang tua dan masyarakat bisa mengawasi anaknya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, roh Perwali adalah melarang para siswa untuk keluar malam. “Ada batas waktu yang diberikan terhadap siswa yakni siswa tidak bisa berkeliaran malam diatas pukul 22.00 Wit (Jam 10),” jelasnya.

Namun demikian tambah dia, Perwali ini baru disosialisasikan kepada kepala sekolah, guru dan komite yang ada di lingkup Pemkot Ternate, selanjutnya Dikbud memberikan mandat kepada Dewan Pendidikan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Setelah ini kita akan melakukan sosialisadi di tiap-tiap kecamatan, dan ada mediun yang akan kita lakukan sosialisasi terhadap orang tua, seperti penerimaan mahasiswa baru, kemudian rapat bersama orang tua dan sebagainya,” jelasnya.

Kata dia, mandat dalam Perwali itu jelas, penegakan Perwali ini ada di Satpol-PP, sehingga jika Perwali ini sudah disosialisasikan ke masyarakat maka akan ada petugas yang melakukan patroli malam.

“Karena ini adalah Perwali Pendidikan, maka kami berharap jika ada siswa yang ditemukan maka harus melakukan pendekatan edukasi dan jangan ada kekerasan,” harapnya. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut