Penggunaan Alat Kontrasepsi di Halbar Meningkat

  • Bagikan
Kepala DKBD Halbar, Rosfintje Kalengit (Foto: Saiful Safrudin)

JAILOLO – Tingkat partisipasi perempuan dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tahun 2017-2018 di Kabupaten Halmahera Barat meningkat hingga mencapai 68 persen atau 17.227 orang.

“Data yang kami himpun, sejak terbawa dari tahun kemarin hingga kini sangat meningkat, tidak seperti sebelum-sebelumnya,” aku Kepala DKBD Halbar Rosfintje Kalengit kepada kabarmalut.co.id, Rabu (14/2/2018).

Lanjut Rosfintje, dari total penggunaan KB bagi perempuan terdiri dari, Intra Uterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim, Implan atau alat kontrasepsi bawa kulit (AKBK), dan medis operasi wanita (MOW). Sedangkan bagi laki-laki yang menggunakan MKJP dengan jenis medis operasi dengan total 10 orang dan jangka pendek jenis kondom sebanyak 76 orang. Dengan begitu, tingkat partisipasi perempuan lebih besar ketimbang laki-laki.

“Jadi perempuan sangat banyak, dibandingkan laki-laki yang jumlahnya lebih sedikit,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan, antusias bagi laki-laki di Halbar juga cukup banyak untuk mengikuti medis operasi, tetapi karena tingkat keraguan dan khawatir sehingga hanya 10 orang yang berani mengambil resiko tersebut.

“Sebenarnya sangat banyak tetapi setelah mereka datang ke klinik KB di Puskesmas niat menjalani operasi kemudian berubah pikiran, sehingga hanya10 orang yang ikut,” cetusnya. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut