Suku Togutil Diduga Penyebab Pemuda Asal Desa Yeke Terbunuh

  • Bagikan
Tim Inavis Reskrim Polres Halteng melakukan olah TKP (Foto: Istimewa)

WEDA – Kepolisian Sektor Weda yang diback up Polres Halmahera Tengah (Halteng), kembali melakukan olah tempat kejadian perkara dugaan pembunuhan di kebun, Selasa (13/02), yang mengakibatkan Hendrik Cino (29) warga Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur tewas mengenaskan.

Tim gabungan dari Polsek Weda dan Tim Inavis Reskrim Polres Halteng yang dipimpin langsung Oleh Kapolsek Weda AKP Kader Kie dan Kanit Inavis Brigpol Fandi beserta anggota Reskrim, hingga kini masih menyelidiki motif pembunuhan warga Desa Yeke Kecamatan Weda Timur.

Barang bukti anak panah yang diduga milik suku Togutil (Foto: Istimewa)

“Kami turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengungkapkan motif pembunuhan warga Desa Yeke ini, dan kami sudah menemukan alat bukti berupa tiga busur dan masih diduga sementara busur itu milik suku terasing (Togutil),” ungkap Kasat Reskrim Polres Halteng AKP Badrun Hi Saban, Rabu (14/02/2018) disela-sela acara deklarasi.

Korban pembunuhan itu bernama Hendrik Cino (29), warga Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur, korban mengalami luka kepala bagian kanan, tangan kanan, dibawah ketiak sebelah kiri dan pinggul bagian kanan.

Hendrik Cino (26) warga Desa Yeke, ditemukan tidak bernyawa di kebun

“Masih diduga orang Togutil karena jika barang korban diambil orang Togutil dan kami menemukan lagi barang yang dibawa lari itu ditinggalkan karena mungkin terlalu berat,” jelasnya.

Sambung Badrun, jarak kejadian pembunuhan korban itu jika dihitung dari pantai 2 kilo setengah, dan lokasi keajadian itu masuk di Desa Mesa. Korban ini beralamat di Yeke, namun berkebun di Mesa dan kejadian ini terjadi pada malam minggu atau minggu pagi. Korban ditemukan hari Senin sore oleh orang tuanya.

Dua alat bukti busur itu diamankan di Subsektor di Desa Sage, Kecamatan Weda Utara dan 1 lagi diamankan di Polres.

“Kami sudah menyiagakan beberapa anggota dengan senjata lengkap. Anggota yang disiagakan di empat desa, yakni Desa Yeke, Desa Dote, Desa Mesa dan Desa Kotalo,” terangnya.

Lanjut Badrun, mereka disiagakan adalah anggota Bhabinkamtibmas di desa masing masing dan disana sudah membentuk Bhabinkamtibmas bersama aparat desa dan warga setempat untuk menjaga situasi aman dari suku terasing (Togutil) yang membuat kejahatan ulang.

Imbau kepada masyarakat yang pergi ke kebun agar supaya lebih berhati-hati dan waspada kepada suku terasing. Bila mana terjadi sesuatu agar segera melapor kepada pihak keamanan dan pihak perangkat desa. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut