Bupati Kepsul Temui Warga yang Berencana Demo

  • Bagikan
Bupati Kepsul Hendrata Thes bertatap muka dengan warga Desa Waibau. (Foto: Ilham Usia)

SANANA – Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Hendrata Thes, Kamis (15/02/2018) kembali menggelar agenda tatap muka dengan seluruh warga Desa Waibau, Kecamatan Sanana saat menerima informasi akan adanya demonstrasi yang digelar oleh seluruh warga Desa Waibau.

Rencana demonstrasi oleh warga Desa Waibau itu dengan tuntutan berikan akses jalan bagi warga Desa Waibau yang baik. Karena ditakuti akan menimbulkan problem yang tidak diinginkan terkait aksi warga Desa Waibau maka bupati putuskan untuk kembali bermusyarah.

Dalam pertemuan warga Desa Waibau menyampaikan kondisi yang dialami oleh mereka terkait akses jalan. Karena sebelumnya ada dua jalur jalan yang diakses oleh warga Desa Waibau sebelum konflik dengan Desa Fagudu, kompleks Kamphis dan Belimbing tiga. Namun, karena konflik maka jalur akses jalan arah kompleks Belimbing Tiga (beliga) dan hanya tersisa satu jalur saja yaitu di jalur Kompleks Kampis.

Saat ini, seringkali warga kompleks Kampis menutup seluruh badan jalan dengan tenda saat menggelar acara atau pesta. Sehingga membuat masyarakat Desa Waibau kesulitan beraktivitas.

Dan, saat tatap muka masyarakat meminta pemda segera buka akses jalan baru bagi masyarakat Desa Waibau.

Bupati dalam menanggapi tuntutan masyarakat mengatakan bahwa untuk jalan yang ditemboki masyarakat komleks Beliga sudah dikoordinasi, namun masih terkendala. Kemudian terkait penggunaan seluruh badan jalan oleh masyarakat Desa Fagudu Kompleks Kampis maka pemda melalui Dinas Perhubungan akan segera melakukan rapat koordinasi bersama pihak Lalu lintas Polres Kepsul dan pemilik usaha tenda se Kepulauan Sula untuk memutuskan ketentuan masangan tenda pada badan jalan.

“Saya akan perintahkan Kadis Perhubungan untuk segera melakukan rapat koordinasi dan pembahasan  ketentuan pemasangan tenti dengan pihak Polres bagian lalulintas dan pemilik tenti,” sebut Hendrata Thes saat menanggapi masukan masyarakat.

Bupati juga berjanji akan menuntaskan pembangunan ruas jalan Waibau-Falahu yang masih tersisah 450 meter dengan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut