Investor Spanyol Tertarik Kelola Galangan Kapal di Sidangoli

  • Bagikan
Kadis Perindagkop Halbar, Martinus Djawa
JAILOLO – Pembangunan galangan kapal di Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), mulai dilirik oleh Investor dari Spanyol untuk mengelolanya.

Sebagai bentuk keseriusannya, pihak investor sudah melakukan pertemuan bersama Kepala Disperindagkop Halbar Martinus Djawa, di Jakarta.”Kami sudah lakukan rapat bersama dengan investor karena mereka sangat tertarik untuk mengelolanya, dan hasilnya sementara mereka sudah mengurus izin – izin dan tinggal menunggu rekomendasi dari Menteri Luar Negeri, ” aku Martinus kepada KabarMalut, Kamis (14/2/2018).

Martin menyebutkan, rencananya pada tanggal 25 sampai 26 Februari 2018 kapal investor Spanyol sudah tiba di Sidangoli, bertemu langsung dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.

Menurutnya, lahan untuk lokasi pembangunan galangan kapal di Sidangoli sudah lama disiapkan Pemkab Halmahera Barat, sehingga ketika investor akan membangunan tidak lagi dihambat masalah lahan, seperti sering terjadi di daerah lain dalam pembangunan proyek investasi melibatkan investor.

“Untuk lahan galangan kapal sudah disiapkan Pemkab, sampai pada akses jalan masuk sepanjang 1 kilometer ke lokasi tersebut,”cetusnya.

Ia mengatakan, Pemkab Halmahera Barat awalnya memperjuangkan pembangunan galangan kapal tersebut didanai pemerintah pusat, namun belakangan ada investor yang tertarik mengalokasikan investasinya pada pembangunan galangan kapal, karena dinilai memiliki prospek cerah.

Martinus mengaku, belum mengetahui dana yang akan diinvestasikan oleh  investor dalam pembangunan galangan kapal tersebut, namun untuk realisasi pembangunannya dipastikan paling lambat dimulai tahun 2018.

Apalagi fasilitas galangan kapal di Malut sudah lama dinantikan, terutama para pemilik kapal di daerah ini, baik kapal penumpang maupun kapal barang, karena selama ini jika mereka ingin melakukan perbaikan kapal harus ke provinsi lain.

“Sesuai pendapat investor Spanyol galangan kapal ini masuk sentra Indonesia Timur. Itu artinya, proyek pengadaan bantuan kapal untuk masyarakat, misalnya kapal ikan tidak lagi memesannya dari luar daerah,” tandasnya.

“Bagi Pemkab Halmahera Barat, pembangunan galangan kapal tersebut akan memberi kontribusi tersendiri, diantaranya akan menjadi sumber pendapata daerah dan memberikan lapangan kerja bagi para pencari kerja di daerah ini,” pungkasnya. (*)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut