Tak Bayar Upah, Pekerja Ancam Bongkar Proyek Senilai Rp 47,9 M

  • Bagikan
Jembatan Ake Sambiki Dusun Marimoi Desa Saketa yang mau dibongkar warga

LABUHA – Warga Dusun Marimoi Desa Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan,  mengancam akan membongkar talut dua jembatan yakni jembatan ake sambiki dan jembatan ake risman. Lantaran pihak kontraktor belum juga membayar upah para pekerja selama 4 bulan, padahal pekerjaan telah dilaksanakan.

“Satu jembat ada 4 talut dengan upa pekerjaan 10 juta. Jadi ada dua jembatan jadi total 20 juta,” ungkap Udin salah satu pekerja talud dari 8 orng pekerja, kepada KabarMalut. Kamis (15/2/2018).

Udin mengungkapkan, jika dalam bulan ini tidak dibayar maka delapan talut itu terpaksa dibongkar untuk mengabil batunya agar di jual kembali sebagai pengganti upah kerja.

“Bulan  ini kalau tidak dibayar kami langsung bongkar  matrial batunya untuk dijual kembali,” cetusnya

Selain itu, pengawas kedua jembatan selama bekerja meminjam uang kepada salah satu pedagang atas nama Mariam di Dusun Marimoi senilai Rp 200 ribu, dan mengambil barang dagangannya senilai Rp  500 ribu totalnya Rp 700 ribu juga belum dibayar hingga saat ini. Sedangkan kedua pengawasan itu sudah tidak ada kabar.

“Mereka sudah berhutang tapi tidak bayar sampai saat ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, pekerjaan jembatan milik Satuan Kerja (Satker) wilayah II Provinsi Maluku Utara Kementrian PUPR ini di kerjakan oleh PT. Aebinabi dengan pagu Rp 47,9 miliar dengan jumlah 9 pergantian jembatan pada ruas jalan Saketa Matutin Tahun anggaran 2017. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut