Kaukus Muda Beri Kartu Kuning Untuk Danny – Zakir

  • Bagikan
Ketua Kaukus Muda, Fahmi Albaar

JAILOLO – Dua tahun masa kepemimpinan Bupati Halbar Danny Missy dan wakil Bupati Ahmad Zakir Mando, patut diberikan kartu kuning, karena dianggap tidak punya orintasi yang signifikan untuk dibanggakan.

“Sesuai hasil kajian Kaukus Muda, dari hasil 100 hari masa kerja tidak terialisasi selama dua tahun ini, sehingga patut diberikan kartu kuning,” ungkap ketua Kaukus Muda, Fahmi Albar di dalamnya rilisnya, Minggu (18/2/2018).

Menurutnya, dari program diantaranya, bandara Kuripasai, masalah 6 desa, yang hanya menjadi nyanyian surga tanpa ada Kajian akademik. Baik itu, jagung 20.000 Ha, Pembibitan Sapi 10.000 ekor di Loloda, yang sampai saat ini realisasinya patut dipertanyakan. Apalagi,Pemerintahan ini lebih berpihak pada pengusaha – pengusaha Impor.

“Bagaimana tidak, sistem monopoli Modal itu terjadi dan pengusaha lokal hanya menghitung waktu kapan dia menggulung tikar,”tandasnya.

Lanjut Fahmi, bagaimana bisa pertumbuhan bergerak manakala sektor prioritas pembangunan tidak tepat sasaran. Padahal, Anggaran yang besar dialokasikan tidak banyak membatu menunjang gerak ekonomi.

Selain itu, Fahmi mengatakan, Banyak yang mengeluh peredaran uang di Halmahera Barat terasa pakat akibat banyaknya uang Daerah di bawah kabur keluar daerah oleh pengusaha impor peliharaan kekuasaan. Akibatnya,  Menjadi Lesu dan orang kecil makin menjerit.

Apalagi, ketidak harmonisan antara Bupati dan wakil Bupati akan berdampak pada stabilitas pemerintahan pada tiga tahun mendatang.

“Kami Kaukus Muda, sangat menyayangkan Pemda Halbar Memaksakan Kehendak untuk Melakukan pinjaman sebesar 198 Miliar sebagai pendapatan, sedangkan PAD Halbar yang hanya Rp 7 – 8 miliar, dengan anggsuran tiap bulan Rp 7 miliar selama 3 Tahun,”tandasnya.

Fahmi menambahkan, Kondisi keuangan daerah yang sepearah ini tetapi ada juga pemimpin yang masih berfikir Mengejar target Pembangunan. Yang ujung -ujungnya untuk pengusaha impor peliharaan juga.

“Dari persoalan yang ada, mestinya harus ada terobosan prospektif bagi pembangunan daerah ini,”pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut