Pengamat: Program 100 Hari Bupati Danny Perlu Dievaluasi

  • Bagikan
Lokasi Bandara Kurapasai

JAILOLO – Program 100 hari kerja yang merupakan gebrakan Bupati Halmahera Barat, Danny Missy dan wakil Bupati Ahamd Zakir Mando, yang sudah memasuki setangah periode ini. Perlu dilakukan evaluasi, atas hasil perkembangan rencana pembangunan Bandara Kuripasai dan penyelesaian sengketa enam desa di kecamatan Jailolo Timur.

“Sebenarnya penting dilakukan evaluasi, karena sebagai program kerja eksen beliau,”ungkap Akademisi Universitas Muhammadiyah, Sahroni Ahirto kepada KabarMalut, Minggu (18/2/2018).

Sahroni menjelaskan, Pemkab harus melakukan evaluasi secara total, baik itu pembangunan bandara Kuripasai dan penyelesaian sengketa enam desa. Sehingga dengan begitu, dapat mengetahui secara rinci dan jelas bentuk peningkatannya. Tetapi jika tidak dilakukan, akan berdampak buruk pada program yang menjadi kebijakan politik Bupati Danny Missy.

“Nah kalau tidak ada evaluasi, maka tidak bisa mengukur programnya kinerja kedepan. Apalagi, ini masyarakat masih menanti realisasinya,”tandasnya.

Menurut Sahroni, Pemerintah memiliki sifat pertanggungjawaban. Maka secara otomatis, laporan APBD di pertengahan tahun harus disampaikan. Misalnya, Uji kelayakan bandara kuripasai yang dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2016 senilai Rp 1,5 miliar patut disampaikan laporannya atas hasil perkembangan Kuripasai.

“Bupati harus melaporkan pertanggung jawaban hasil perkembangan Kuripasi,”cetusnya.

Selain itu, Sahroni menambahkan, termasuk program segi tiga emas, dari semua item yang pernah dijanjikan karena iplementasi dan janji politik yang berdampak pada popularitas karena tidak disampaikan, maka ini juga jadi soal,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut