Dapil dan Kursi DPRD Kota Ternate di Pileg 2019 Masih Tetap

  • Bagikan
Rapat bersama DPRD Kota Ternate dan KPU Kota Ternate

TERNATE- Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Ternate untuk pemeilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang masi tetap sama dengan Pileg tahun 2014 kemarin.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternare, Ismad Sahupala ketika dikonfirmasi usai melakukan rapat bersama KPU dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Ternate, Senin (19/2/2018) menjelaskan, tidak ada perubahan Dapil untuk Pilgeg di kota Ternate pasa tahun 2019 mendatang.

“Dapil di Kota Ternate masih tetap, jadi Dapil satu yaitu, Kecamatan Ternate Selatan dan Moti, Dapil dua Ternate Tengah, Dapil tiga Ternate Utara dan Dapil empat Pulau Ternate, Hiri dan Batang Dua,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk alokasi kursi DPRD Kota Ternate juga masi tetap sama berdasarkan rekapitulasi Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) yang di hitung yakni, Dapil satu 12 kursi, Dapil dua 8 kursi, Dapil tiga 7 kursi dan Dapil empat 3 kursi, sehingga jumlah keseluruhannya masi tetap 30 kursi.

Ismad menyebutkan, di kecamatan Pulau Ternate itu memang ada pemekaran kecamatan baru yakni kecamatan Ternate Barat, namun hingga saat ini data wilayahnya belum ada sehingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) belum berani memisahkan data penduduk, sehingga Ternate Barat masi tetap melekat di kecamatan induknya.

“Hal ini juga sesui dengan 4 hal yang harus dijadikan rujukan dalam penataan Dapil baru yaitu, yang pertama Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) itu ada perubahan signifikan atau tidak, kemudian yang ke dua, adalah kodefikasi wilayah, memang kecamatan Pulau Ternate itu ada pemekaran kecamatan baru yaitu kecamatan Ternate Barat, tapi data wilayah hingga hari ini belum ada, sehingga masi melekat di kecamatan induk, kemudian yang me tiga adalah tidak terjadi musibah bencana alam, jika terjadi bencana alam maka dapil akan ditinjau dan ditata ulang, kemudian yang ke 4 adalH prinsip-prinsip penyusunan Dapil. Jadi, kurisi dan Dapil untuk kebutuhan Pileg 2019 masi tetap sama dengan Pileg 2014,” jelasnya

Sementara itu, untuk konfersi kursi, sesuai Undang-undang nomor 7 suda ditegaskan, sehingga tidak lagi akumulasi kursi untuk sekian partai di Dapil, tetapi masing-masing partai dengan perolehan surat suara sah itu akan dihitung sesuai perintah UU, yaitu angka 1, 3, 5 dan seterusnya sampai kursi di Dapil tersebut habis terbagi.

“Jadi angka-angka ganjil yang diberikan,” paparnya (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut