Water Front City Konsep Namto

  • Bagikan
Kepala BP3D Halbar, Sayuti Djama

JAILOLO – Rencana penataan wajah Ibu kota Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), yang backround Water Front City, sudah sejak lama di masa kepemimpinan mantan Bupati Namto H. Roba. Namun, baru mulai akan terialisasi pada kemimpinan Bupati Danny Missy dan wakil Bupati Ahmad Zakir Mando.

“Konsep Water Front City, untuk wajah Kota Jailolo sudah ada sejak lama, dan baru ini kita buat penyesuaian,”ungkap Kepala BP3D Halbar, Sayuti Djama kepada KabarMalut, Senin (19/2/2018).

Menurutnya, Water Front City atau kota yang berada di pesisir pantai, merupakan teras masuk ibu kota Kabupaten Halmahera Barat. Dengan begitu, langka awal tahun 2018 dari aspek perencanaannya, sehingga memasuki tahun 2019 harus ada sentuhan perubahan pada wajah kota secara signifikan.

“Tahun ini sebagai langka awal, dan pada tahun 2019 sudah ada perubahan pada wajah kota,” ungkapnya.

Lanjut Sayuti, penyusunan dokumen perencanaan dengan pendukung proposal yang akan dimasukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga sementara desainnya masih disusun, yang dilakukan secara bertahap.

“Sasarannya tepat di Area FTJ, Segitiga, yang akan menjadi kawasan kota pusaka,” jelasnya.

Selain itu, menjadi inspirasi Water Front City, Sayuti menyebutkan, Kota Halbar akan seperti di Kalimantan Barat dan Sumatera. Apalagi konsep ini sudah menjadi dasar perencanaan dan tinggal pembinahan visi yang dilakukan secara baistep mulai dari tata ruang dan perlu kebijakan baru baik dari pusat maupun Provinsi Maluku Utara.

Sementara ketua DPRD Halbar Juliche D. Baura, mengatakan, dari hasil perencanaan konsep tersebut sudah disampaikan saat rapat di ruang Badan Anggaran (Banggar) kemarin, dirinya juga menyetujuinya. Walaupun demikian, ia belum mengetahui desainnya seperti apa,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut