Lolos Verifikasi, PSI Buka Pendaftaran Bacaleg 2019

  • Bagikan
PSI bersama tim independen rekrutmen bacaleg 2018

SOFIFI- Dewan Pengurus Wilayah (DPW)  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku Utara,  menggelar konfrensi pers dengan agenda penyampaian kelolosan sebagai partai peserta pemiau 2019 dan pembukaan rekriutmen pendaftaran bakal calon legisiatif (Bacaleg) anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota.

“Setelah melewati serangkalan verifikasi baik  KemenkumHAM atau KPUdengan semangat perjuangan kaum muda dan perempuan yang begitu luar biasa, sehingganya KPU secara resmi menetapkan Psi sebagai partai peserta pemilu 2019 pada tanggal 17 Februari 2018,” kata Ketua DPW PSI Malut, Jafar Dahlan kepada sejumlah wartawan di base camp PSI di Sofifi, Selasa (20/2/2018).

Jafar menyebutkan, PSI memperoleh Nomor urut 11 sebagai partai peserta pemilu, sehingga layak untuk membuka pendaftaran bagi semua orang yang merasa diri sebagai orang baik untuk mendafat di PSI.

“Dari 14 partai, 11 partal lama dan 4 partai baru. Setelah mengikuti berbagai tahapan menjadi peserta pada pemilu 2019 dan dinyatakan lolos maka Partai anak muda dan perempuan memberikan kesempatan kepada orang-orang baik untuk menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2019. Pendaftaran di buka mulai 20 Februari 2018 sampai pada tanggal 31 maret 2018,” ungkapnya.

Menurutnya, ada tiga tahapan dalam rekruitmen caleg PSI, yaitu evaluasi administrasi atau dokumen mulai 1 Maret sampai 1 April 2018, evaluasi kompetensi  tanggal 14 dan 15 April 2018 dan evaluasi sosialisasi 20 April sampai 20 Mei 2018. Dan akan dilakukan pengecekan oleh tim pendaftaran terkait dengan kelengkapan dokumen pendaftaran bacaleg seperti formulir pendaftaran, KTP dan lain sebagainya. Bagi bacaleg yang memenuhi syarat dalam evaluasi dokumen akan direkomendasikan untuk diikutkan dalam tahapan selanjutnya yaitu evaluasi kompetensi.

“Evaluasi kompetensi akan dilaksanakan oleh tim juri, yang terdiri dari dua orng tim juri independen yang memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam isu-isu anti korupsi dan anti intoleransi, tim juri dimaksud adalah  Bapak Saiful Deni dan  Ibu Rosita Alting dan satu orang lagi dari internal PSI,” jelasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut