Musrembang Kecamatan Jailolo Ricuh

  • Bagikan
Para kades peserta MUsrembang Kecamatan Jailolo memprotes jalannya Musrembang yang hanya dihadiri segelintir pimpinan SKPD. (Foto: Saiful Safrudin)

JAILOLO – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) tahun 2018 ricuh. Hal ini dipicu ketidakpuasan puluhan kepala desa. Sebab, pada Musrembang kali ini hanya dihadiri 6 pimpinan SKPD saja.

Amatan KabarMalut, di kantor Camat Jailolo, Desa Acango, Selasa (20/2/2018), sekitar pukul 14.16 WIT, puluhan Kepala Desa (Kades) mengamuk dengan cara berteriak-teriak dalam ruangan, karena menyayangkan sikap sejumlah pimpinan SKPD yang tidak menghadiri kegiatan tersebut.

Puluhan Kades mendesak agar seluruh pimpinan SKPD turut hadir. Bahkan, para kades mengancam akan menghentikan jalannya Musrembang, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Para kades beralasan, kehadiran seluruh pimpinan SKPD sangat penting untuk singkronisasi program kerja. Dengan begitu, setiap jalannya program tidak berdasarkan selera pimpinan SKPD.

“Musrembang Kecamatan Jailolo saja seperti ini, apalagi dengan kecamatan yang lain, yang jauh dari pusat kota,” celetuk Kepala Desa Gamlamo, Rustam Fabanyo, dalam forum Musrembang.

Menurutnya, dengan kesempatan ini kehadiran kepala SKPD sangat penting. Tujuannya, semua usulan dibahas secara tuntas. Bukan malah mengabaikan begitu saja.

“Mereka (pimpinan SKPD) harus serius, bukan mengabaikan dengan tidak menghadiri kegiatan terhormat ini. Bagaimana bisa tercapai program kalau tingkah laku SKPD-nya seperti ini,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Kades Bobo, Ruslan A. Rauf bahwa dalam kegiatan ini minimal dihadiri 70 persen dari Kepala Dinas (Kadis). Jika itu tidak, maka Musrembang dibubarkan saja, karena apa yang perlu dibahas. Sementara kita butuhkan adalah kehadiran mereka agar penyampaian atau program di desa dapat disikapi.

“Setiap Musrembang seperti ini, jadi banyak program daerah tidak menyentuh langsung dengan kebutuhan masyarakat di desa, jadi lebih baik bubar saja,” teriaknya.

Sementara itu, Kades Bobo Jiko Arman Wahid menyatakan setiap tahun banyak program yang diusulkan tetapi tidak diakomodir.

“Disebabkan karena pimpinan SKPD yang terlalu memandang remeh atas usulan yang ada di desa, dan sudah bukan hal yang baru,” timpalnya.

Atas desakan itu, seluruh Kades bersepakat kegiatan tersebut dipending sementara sampilai dihadiri oleh pimpinan SKPD.

Perlu diketahui, dari 34 SKPD, hanya 6 orang pimpinan saja yang hadir, di antaranya Kadis PU Halbar M. Yusuf, Kadis Pariwisata Fenny Kiat, Kadis BLH Ismail Alwi, Kadis Nakertrans Rahail Waring, Kadis Ketahanan Pangan Mesak Falila, Kadispora Marten Manuti.

Kericuhan berakhir saat Kepala BP3D Halbar, Sayuti Djama berupaya menenangkan para kades dan berjanji akan menjamin seluruh aspirasi dan program desa akan disampaikan pada pimpinan SKPD yang bersangkutan.

“Saya mohon pengertiannya dari peserta musrembang, karena sejumlah pimpinan SKPD sedang mengikuti kegiatan diluar. Olehnya itu, saya siap mengawal semua program yang masuk dinas masing-masing. Jadi, saya akan kawal semuanya untuk program yang masuk ke dinas tersebut,” katanya dihadapan peserta Musrembang.

Upaya ini cukup berhasil, pada pukul 15.29 WIT, Musrembang kembali berjalan dengan pembentukan masing-masing kelompok untuk membahas program dasar. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut