Teka Teki Program Segi Tiga Emas

  • Bagikan
Anggota DPRD Halbar, Mahdin Husen

JAILOLO – Program segi tiga emas sebagai bentuk kerjasama antara Pemkab Halbar, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan, terkesan mati suri dan menjadi teka teki. Sebab, hanya semangat seremoni.

“Program segi tiga emas sudah mati suri dan iplementasi program menjadi tertutup,”ungkap anggota DPRD Halbar Mahdi Husen kepada KabarMalut, Kamis (22/2/2018).

Lanjut Mahdin, segi tiga emas yang menjadi semangat Bupati Halbar Danny Missy, sudah mulai redup bahkan hilang dari permukaan. Bagaimana mau dibahas sementara tidak masuk didalam dokumen APBD 2018.

“Kita ketahui bersama segi tiga emas melibatkan kabupaten Halbar, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan, yang merupakan program integritas di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata. Tetapi, bentuk iplementasinya tak lagi terdengar sehingga sulit dipecahkan,”tuturnya.

Selain itu, Mahdin berharap, dengan 20 ribu ton jagung yang tersebar disetiap kecamatan, kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dapat mendokrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan jangan mengalami stagnan.

“Saya berharap PAD semakin meningkat,”pinta politisi PKS ini.

Menurutnya, hasil panen jagung 20 ribu ton, jangan sekedar semangat menanam tetapi mampu menjual sampai di pasaran Nasional, bukan hanya lokal untuk dijual ke pakan ternak. Namun, Halbar dikenal sebagai icon jagung untuk mampu di ekspor.

“Jangan hanya semangat ditanam tapi tidak ada yang beli bagaiaman PAD meningkat, kalau hanya lokal yang beli,”tutupnya. (ds)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut