Retribusi Masuk Pelabuhan Jailolo Capai Rp 400 Juta

  • Bagikan
Kepala UPP Jailolo Rahman Soamole

JAILOLO – Khusus retribusi masuk pelabuhan Jailolo, yang dikelolah oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) setiap tahun ditargetkan sebesar Rp 500 juta. Namun, realisasinya hanya mencapai Rp 400 juta.

“Kita diberikan target oleh pusat khusus karcis masuk dan sistemnya sekali masuk pelabuhan dikenakan Rp 5 ribu/kendaraan dan orang,” ungkap Kepala UPP Jailolo Rahman Soamole kepada KabarMalut, Rabu (28/2/2018).

Rahman menyebutkan, representasi target ini berdasarkan tahun 201. Sehingga dengan begitu, tahun ini juga harapannya bisa mencapai Rp 500 juta sesuai yang sudah ditargetkan.

Dari sisi lain, Menurut Rahman, penerapan sistem bagi hasil retribusi masuk pelabuhan Jailolo, dengan pemerintah daerah tidak akan bisa karena sudah sangat jelas mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2016 tentang penerimaan negara bukan pajak yang berlaku di kementrian perhubungan.

“Yang jelas tidak akan bisa,”cetusnya.

Selain itu, Rahman mengatakan, sejauh ini untuk perencanaan pemindahan pelabuhan Speed Boat dari pelabuhan Jailolo ke Desa Guaemadu, belum mendapat informasi resmi dari Pemda Halbar.

“Kami belum dapat informasi resmi dari Pemkab Halbar. Terkait adanya pemindahan pelabuhan speed,”ujarnya.

Dikatakannya, tidak bisa serta merta Pemkab Halbar sebagai pemerintah setempat menetapkan pemindahan pelabuhan. Karena, yang menjadi kewenangan penetapan itu berada di perhubungan yaitu UPP untuk menyatakan lokasi itu layak menjadi pelabuhan.

“Jadi pemerintah itu hanya wajib menyiapkan lahan saja dan kami yang memutuskan layak menjadi pelabuhan atau tidak,” tandasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut