Dana Belum Dicairkan, Nasabah Ricuh di Bank BRI

  • Bagikan
Kantor BRI Weda

WEDA – Sejumlah Nasabah BRI yang berjumlah kurang lebih 20 orang mengamuk di kantor BRI unit Weda, sekitar jam 10 pagi tadi,warga keluhkan palayanan Bank Rakyat Indonesia BRI unit Weda, pasalnya uang nasabah yang mau diambil namun dari pihak Bank masih menahan uang nasabah.

Dana tersebut merupakan pembayaran pembebasan lahan masyarakat oleh Perusahan Weda Bay melalui Bank BRI, namun bank tidak  mencairkan dana.

“Dari bank menjajikan kepada kami (nasabah) khusus pembebasan lahan untuk mengambil uang, pada Selasa bulan Februari 2018 lalu, hingga saat ini belum dicairkan, mereka hanya janji saja, Kami masyarakat ini bolak balik ke bank namun hasilnya nihil,” ungkap salah satu nasabah, Noli saat dikonfirmasi kabar malut, Kamis (01/03/2018).

Menurutnya, masyarakat menilai dari bank  memandang rendah terhadap nasabah, sebab berulang kali ke bank sebanyak 2 kali, namun dari bank memberi alasan yang sama. Katanya dana belum ada di bank.

Sementara itu, Kepala Bank BRI Unit Weda, Ibrahim Abdul mengatakan, jelas dana pembayaran lahan dari Weda Bay itu masuk pada 27 Februari 2018 lalu.

“Itu pembayaran masuk langsung di rekening masing-masing penerima pembebasan lahan. Hanya saja kami dari Bank BRI mempunyai batas limit minimum kas yang berkisar Rp 4,5 milyar, dan limit kas juga terbatas untuk itu kami harus meminta permintaan di cabang”, jelasnya.

Menurutnya, mengambil uang ini harus melalui konfirmasi, untuk itu hanya dua orang nasabah yang konfirmasi, mereka konfirmasi itu hanya menanyakan uang sudah masuk atau belum. “Sehingga pada tanggal 27 Februari pagi itu kami cek belum masuk, dan pada siang hari kami cek lagi sudah masuk,” ungkapnya.

Ibrahim mengatakan, pada tanggal 28 Februari 2018 nasabah datang. Tapi datangnya tidak ada buku tabungan sehingga pihak BRI melakukan print buku tabungan nasabah.

“Dan keterlebantan itu karena dana yang cair untuk per orang inikan dana yang besar sehingga saya bilang di atas 50 juta, itu saya batasi karena menyesuaikan dengan limit maksimum kas,” paparnya.

“Kami sudah memanggil dan konfirmasi ke nasabah, bahwa kami tidak tahan uang nasabah, uang itu ada namun kami bagikan melalui sistem, karena takutnya kita layani yang mendapatkan uang senilai 150 juta, maka yang lain akan mengeluh lagi, untuk itu kami sesuaikan sehingga yang sudah konfirmasi kepada bank maka hari kamis 01 februari 2018 sudah ambil,” pungkasnya.(Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut