Kepala Desa Lalubi Gerson Pangemana Dinilai Gagal Memimpin Desa

  • Bagikan
Kepala Desa Lalubi, Gerson Pangemanan

LABUHA – Sejak terpilih sebagai Kepala Desa Lalubi Kecamatan Gane Timur pada tahun 2016 lalu, Gerson Pangemanan dianggap gagal memimpin Desa Lalubi. Padahal usia kepemimpin Gerson sebagai Kepala Desa Lalubi baru berjalan sekitar 1 tahun lebih. Hal ini terbukti dengan adanya laporan dari BPD Desa Lalubi ke Polsek Gane Timur terkait pengelolaan dana desa dan sejumlah keluhan lain dari masyarakat Lalubi.

“Kami atas nama masyarakat tidak tinggal diam. Bayangkan sudah hampir sebulan lebih kantor pemerintah desa kosong karena kades hanya berada di labuha dengan alasan urusan, sampai sekarang belum juga kembali,” ungkap salah satu tokoh pemuda Desa Lalubi Lexi Fence Tagaku, kepada KabarMalut , Senin (05/03/2018)

Selain itu, berdasarkan hasil rapat BPD dengan Kepala Desa tertanggal 19 Februari 2018, dalam rapat tersebut kapala desa meminta waktu untuk urusan Ke Labuha dalam waktu satu minggu.

“Kades sampai sekarang  belum juga kembali. Hal ini  mengakibatkan kantor desa masih tertutup rapi bagaikan gudang,” cetus Kaur Keuangan Desa Lalubi, Fifin Marselina Popoko

Sementara Ketua Dusun Desa Lalubi Yosua Tagaku, menyesalkan sikap Kepala Desa yang tidak pernah berkantor. “Percuma kita berkantor sementara pimpinan kita (Kepala desa)  tidak ditempat. Alangkah baiknya kita kerja kelapa supaya untuk memenuhi kebutuhan hari-hari,” cetusnya

Yosua juga telah mengajukan surat penguduran diri sebagai kepala dusun lantaran menilai Kepala Desa Gerson Pangemanana menjalankan sistem pemerintahan desa dengan baik.”Saya telah menyampaikan pengunduran. Sementara menunggu surat keputusan (SK). Kerena kita ini negara hukum, negara yang memiliki admistrasi formal jadi saya tetap menantih SK tersebut,” tandas Yosua

Selain itu,  kepala sekolah PAUD Mentari Desa Lalubi, Sepreda Tou,  mengakui, pihaknya kesulitan mengurus surat keputusan (SK)  terkait administrasi akreditas Lembaga PAUD disebabakan Kepala Desa tidak berada di tempat.

“Kami sementara ini mempersiapkan Admistrasi akreditasi lembaga PAUD kami tetapi kami kesulitan karena SK kami sampai saat belum diterbitkan oleh pemerintah desa. Bagimana SK bisa terbit sementara pak kades tidak ada tempat, sbab SK kami harus ditanda tangani oleh kepala desa. Bayangkan jika SK kami tidak ada, berarti akreditasi sekolah tidak akan terjadi,” cecar Sepreda Tou

“Masa cuma soal SK saja, PAUD mentari desa lalubi tidak di akreditasi, ini sudah keterlaluan,” sambungnya

Terpisah Kepala Desa Lalubi,  Gerson Panemanan saat dikonfirmasi dengan tegas membantah semua tuduhan dari masyarakat yang di alamatkan kepada dirinya.

“Saya dari desa ke kabupaten itu baru dua  minggu disini degan tujuan ursan pencairan ADD  yang merupakan tunjangan sesuai dengan tuntutan BPD. Kemudian soal  penyelewengan perlu saya  sampaikan, kegiatan 40 %  itu masi semenatra jalan, selanjutnya setelah urusan pencairan ADD saya ke desa untuk menyelesaikan beberapa program pemberdyaan dan pembinaan  yang menurut BPD saya sudah lakukan penyelewengan,” pungkas Kepala Desa Gerson Pangemanan. (ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut