Ini Pesan Srikandi DPRD Halut di Hari Perempuan Internasional

  • Bagikan
Salah satu Srikandi DPRD Kabupaten Halut, Inggrid Paparang

TOBELO – Hari Perempuan Internasional dirayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia setiap tanggal 8 Maret ikut menyedot perhatian dua Srikandi DPRD Kabupaten Halmahera Utara yakni Chelie Sangkung dan Inggrid Paparang.

Srikandi Partai Gerindra dan PDIP ini menilai, hari Perempuan Internasional merupakan satu event dunia yang merayakan pencapaian perempuan, dari bidang politik hingga sosial sekaligus ikut menyuarakan kesetaraan jender.

“Jender yang dimaksud adalah bagaimana tingkat kekerasan terhadap perempuan dapat diminimalisir. Apalagi belakangan ini banyak kasus kekerasan perempuan (KDRT) yang tidak maksimal ditangani aparat penegak hukum,” kata Srikandi Partai Gerindra Chelie Sangkung, Kamis (8/3/2018).

Mantan Ketua Komisi II ini menilai, perlu adanya satu LSM khusus di Kabupaten Halut untuk menjadi wadah komunikasi segala bentuk kasus penyimpangan terhadap perempuan.

“Yang pasti ini harus dibackup. Karena banyak fakta di luar sana yang justeru perempuan dijadikan sumber pelampiasan dan pelengkap baik dari sisi sosial, ekonomi maupun politik,” tambah Anggota Dapil II ini.

Hal senada juga diungkapkan srikandi DPRD Halut lainya yakni Inggrid Paparang.

“Harus ada wadah atau rumah khusus sejenis Posko perlindungan untuk menangani kekerasan wanita dan anak yang dibackup oleh dinas terkait, Polres dan DPRD. Didalamnya dilakukan pembinaan dan mediasi yang salah satu tujuannya untuk memperkecil angka perceraian,”  jelas wanita kelahiran Tomohon, 2 September 1977 ini.

Selain dalam hal psikologi, Inggrid juga berkeinginan agar perempuan Halut ikut ambil andil dalam berpolitik, karena menurutnya selama ini kesadaran wanita untuk berpolitik masih minim dibandingkan  kaum pria yang notabene disebabkan kurangnya dukungan dari sesama kaum wanita.

“Persoalannya selama ini kurangnya dukungan dari sesama kaum saat seorang wanita mulai masuk di dunia politik, padahal wanita hebat tidak selamanya dinilai dari status pendidikan” tambah Anggota Dapil I ini.

Ia berharap dengan adanya wadah khusus untuk perempuan, aspirasi perempuan dapat terkontrol dan menjadi tolak ukur untuk pembangunan di Halut. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut