Bawaslu Periksa Pimpinan DPD PKPI Malut

  • Bagikan
Pemeriksaan PKPI oleh Bawaslu Malut. FOTO/Aslan

TERNATE – Sengketa pemberian rekomendasi ganda yang dikelurakan oleh PKPI kepada 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Abdul Ghani Kasuba dan Al Yasin Ali (AGK-Ya), yang sebelumnya diberikan kepada pasangan nomor urut 2 Burhan Abdurahman dan Ishak Djamaludin (BUR-Jadi). Berujung pada temuan Bawaslu Malut terkait pelanggaran yang dilakukan oleh DPD PKPI Malut.

Hal ini menjadi temuan oleh Bawaslu Malut berdasarkan Perbawaslu 14 tahun 2017 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilu dan dinilai Pimpinan DPD PKPI Malut telah melakukan pelanggan, sehingga dipanggilnya ketua dan sekertaris DPD PKPI Malut.

“Jadi laporan itu diregistrasi kemarin, pada saat registrasi kita juga langsung melayangkan undangan klarifikasi dan tadi kita sudah melakukan pemeriksaan atau permintaan klarifikasi terhadap ketua dan sekertaris dewan pimpinan provinsi PKPI,” ungkap anggota Bawaslu, Aslan Hasan kepada sejumlah wartawan, Selasa (13/3/2018).

Aslan menyebutkan, klarifikasi tersebut bertujuan untuk dimintai keterangan, terkait pemberian rekomendasi ganda tersebut yang menyebabkan sengketa, sehingga Bawaslu memanggil untuk mencari keduduakan dan sikap PKPI dalam pilgub 2018 yang dinilai plin plan.

“Selanjutnya kita akan konfrontir lagi dengan yang akan disampaikan oleh saksi KPU, karena objek yang kita periksa itu berhubungan dengan dugaan pelanggaran pasal 186a, dimana pada pasal itu berkaitan dengan ketua dan sekertaris partai politik yang mendaftarkan pasangan calon yang bertantangan dengan rekomendasi partai politik tingkat pusat maka tentunya informasi informasi yang kami butuhkan adalah yang berkaitan dengan sikap ketua dan sekertaris pada saat mendaftarkan pasangan calon itu,” jelasnya.

Selain Pengurus DPD PKPI yang dimintai keterangan juga oleh KPU yang menerimapendaftaran calon, sehingga akan diketahui terkait pelanggaran yang dilakukan tersebut atas sepengetahuan DPD PKPI atau dengan tidak disengaja,

“Kita juga  nanti akan ketika putuskan dihari terakhir hari kelima akan buat kajian dan akan kita putuskan, kalau memenuhi unsur kita tingkatkan penyelidikan dan penyidikan dan itu menjadi ranahnya teman teman penyidik, tetapi bagi kami sudah ada kesepahaman awal bahwa ini tidak masalah karena pasalnya jelas konkrit dan sebagian besar faktanya sudah terkonfirmasikan,” ujarnya.

Pemeriksan yang berlangsung selama 2 jam lebih, di kantor Bawaslu itu, dilaksanakan untuk mengetahui lebih dalam terkait waktu pemberitahuan dan perubahan rekomendasi PKPI kepada pasangan Bur-Jadi.

“Prinsipnya kita konfrontir dengan kapan dia tahu posisi sebagai ketua tanggungjawabnya apa dan kapan dia tahu rekomendasi kepada pasangan Bur-Jadi dan kapan dia tau rekomendasi berkaitan dengan perubahan itu, kapan dia secara resmi mendaftarkan pasangan Bur-Jadi,” paparnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut