Bupati Halbar Perintahkan Pejabat ‘Pesiar’ ke Jakarta

  • Bagikan
Launching FTJ di Jakarta

JAILOLO – Ditengah kepungan hutang dan cicilan pinjaman yang tinggi, Bupati Halmahera Barat  Danny Missy, masih sempat sempatnya perintahkan seluruh pejabat lingkup Pemerintah kabupaten Halmahera Barat (Halbar) untuk pesiar ke Jakarta guna mengikuti launching kegiatan Festival Teluk Jailolo (FTJ). Dengan begitu, pimpinan SKPD berbondong- bondong bertolak ke Jakarta, dan membiarkan aktivitas di lingkup Pemkab Halbar sepi.

Walaupun demikian, Pemkab Halbar nampaknya tidak ambil pusing, seputar persoalan yang saat ini tengah dihadapi. Seperti halnya hutang terhadap pihak ketiga senilai Rp 128 miliar dan pinjaman senilai Rp 150 miliar.

Meski dipermasalahkan dengan banyaknya hutang dan cicilan pinjaman yang   hingga kini tidak jelas peruntukannya, tidak serta – merta, menyurutkan rutinitas Bupati Danny Missy disertai sejumlah unsur pimpinan SKPD, untuk mengikuti kegiatan launching Festival Teluk Jailolo (FTJ) di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Buktinya, dari hasil amatan KabarMalut,  seluruh ruangan Kantor Bupati terlihat sepi. Misalnya, ruangan Bagian Umum Perlengkapan Protokoler karena kabag Umum Boby Djumati berserta kasubag Perlengkapan dan staf, kasubag tata usaha, serta bendahara sekretariat Setda Halbar mengikuti kegiatan tersebut. Hal yang sama juga terlihat dari ruangan SKPD lainnya.

Sekretaris Kominfo, Sahmi Salim saat dikonfirmasi, belum mau angkat bicara seputar perjalanan dinas sejumlah kepala SKPD yang berbondong-bondong berangkat ke Jakarta.

“Nanti ditanyakan langsung ke Kadis saja,” ungkap Sahmi.

Terpisah Kepala Dinas Kominfo, Statistik, Kehumasan dan Persandian, Chuzaema Djauhar, hanya mengakui jika dirinya hanya berda beberapa kepala dinas lainnya. Hal ini lantas menuai sorotan pengurus Semahabar.

“Jadi uang rakyat ini jelas hanya dihabiskan Bupati bersama para kroni untuk berwisata di Jakarta, lantas potensi pariwisata di Halbar ini apa, dan kapan dikembangkan,” cetus ketua Bidang Pengembangan Daerah (BPD) Masri Hamzah.

Menurutnya, FTJ adalah kegiatan tahunan Pemkab yang sama sekali tidak memiliki efek terhadap pengembangan wisata di Halbar.

“Jadi FTJ ini dikemas hanya untuk menambah pundi di kantong-kantong pejabat Halbar. Jadi bukan Festival Teluk Jailolo (FTJ), akan tetapi Feni Tambah Jaya (FTJ),” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut