Unsur Pimpinan DPRD Halut Berganti

  • Bagikan
Penyerahan SK pergantian Unsur pimpinan DPRD Fraksi Partai Hanura ke Sekwan DPRD Halut

TOBELO – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ungkapan pribahasa inilah yang sementara dialami salah satu anggota Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Helny Moldi Leke. Helny yang beberapa bulan lalu didepak dari Ketua DPC Partai Hanura Halut karena digantikan oleh Sahril Hi Rauf yang juga anggota DPRD Halut, saat ini harus kembali menelan pil pahit, Helny digeser dari kursi Wakil Ketua DPRD Halut.

Menurut Ketua Bappilu DPD Partai Hanura Provinsi Maluku Utara (Malut), Ronald Ely dicopotnya Helny dari kursi unsur pimpinan DPRD Halut ini mulai berlaku sejak 16 Maret lalu melalui SK dari DPP Partai Hanura bernomor SKEP/672/DPP-HANURA/III/2018 tentang Pengangkatan Sahril Hi. Rauf sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Partai Hanura. Sehingga secara otomatis SK DPP Partai Hanura dengan nomor SKEP/514/DPP-HANURA/IX/2014 yang menetapkan Helny sebagai Wakil Ketua DPRD Halut resmi tidak berlaku lagi.

“SK mulai berlaku sejak dikeluarkan oleh DPP 16 Maret 2018. Didalam SK diperintahkan untuk menindaklanjuti keputusan DPP ini dan mengawal sampai proses pelantikan selesai digelar,” jelasnya di sela-sela konferensi press di Sekretariat DPC Partai Hanura Halut di Desa Gamsungi, Senin (19/3/2018).

Menurutnya, polemik yang terjadi antara Sahril dan Helny selama ini adalah masalah keanggotaan internal partai. Namun, yang DPD fokuskan saat ini adalah mengawal proses pergantian unsur pimpinan dan kelembagaan fraksi Hanura di DPRD Halut. Ia bahkan meminta agar Helny legowo dan tunduk pada aturan dari DPP Partai Hanura, karena jika Helny kukuh melakukan perlawanan maka kemungkinan besar ia terancam dipecat dari keanggotaan Partai Hanura.

“Jika beliau (Helny) melawan maka sanksi berberat bisa sampai tingkat pemecatan dari keanggotaan partai Hanura,” tegasnya.

Selanjutnya, ia bersama rombongan dari DPD maupun DPC Partai Hanura akan bertemu dengan Sekwan DPRD Halut untuk menyerahkan SK tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Sahril Hi Rauf mengaku sudah mengetahui adanya pergantian SK tersebut, namun dirinya lebih memilih mengikuti mekanisme yang termuat dalam AD dan ART partai Hanura ketimbang harus berkoar-koar sebelum pelantikan.

“Yang pasti sebagai kader partai, saya patuh dan tunduk pada aturan Partai. Jabatan dan tugas yang diberikan ke saya semata-mata untuk mengawal aspirasi rakyat” jelas anggota dapil Galela Loloda ini yang dikonfirmasi via phone karena sementara melakukan rapat konsultasi di Jakarta. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut