Bosda 2018, Siswa di Halsel Hanya Dapat Rp 15.000 per Tahun

  • Bagikan
Sekretaris Dikbud Halsel, Umar Iskandar Alam

LABUHA –  Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda)  Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun anggaran 2018 boleh dibilang sangat aneh. Pasalnya, Pemkab Halsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengalokasikan anggaran Bosda senilai Rp 26 miliar lebih, akan tetapi per siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya menerima Rp 15 ribu.

Padahal, jumlah siswa SD di Halsel sebanyak 12.558 orang siswa, dan tingkat SMP sebanyak 36.364 orang siswa. Jika dijumlahkan maka total siswa yang menerima Bosda sebanyak 48.922 orang siswa, angka tersebut dibagikan dengan dana Bosda Rp 26 miliar lebih, mestinya per siswa mendapatkan dana bos kurang lebih Rp 531.458 per tahun.

Sekretaris Dikbud Halsel, Umar Iskandar Alam mengakui jumlah tidak wajar yang diterima para siswa itu. Menurutnya, anggaran Rp 26 miliar lebih itu dibagikan kepada penerima Bosda yang tersebar di Halsel.

“Anggaran itu jika dibagi kepada siswa-siswi, maka per siswa mendapatkan Rp 15 ribu,” ungkap Umar kepada KabarMalut di ruang kerjanya, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, untuk pencairan anggaran Bosda dicairkan secara bertahap pada saat semester pertama dan semester kedua.

“Pencairan pada saat memasuki tahapan penerimaan anak didik,” ucapnya.

Anggaran Bosda kata Umar, diperuntukan pembelian seragam dan batik sekelah siswa-siswi.

“Tujuannya mengurangi biaya orang tua untuk seragam dan batik,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut