Berkat Bimbingan Zubaedah, Program SOLID di Halbar Makin Maju

  • Bagikan
Koordinator Solid Halbar, Zubaedah, S. Pt, MMA, bersama Kadis Ketahanan Pangan Halbar Mesak Falila, Fasilitator Desa dan Poktan.

JAILOLO – Zubaedah, S. Pt, MMA, selama dua tahun menjadi koordinator Smallholder Livelihood Development Project in Eastern Indonesia (SOLID), Project kabupaten Halmahera Barat (Halbar), ini telah membuktikan bahwa kerja keras, pantang menyerah, serta dibaringi dengan do’a, akhirnya dapat mewujudkan impian peningkatan kesejahteraan petani kecil dengan bimbingannya terhadap kelompok tani (Poktan) di 20 desa. Sebab, perjalanannya tidak mudah untuk mencapai titik tujuannya.

Dengan begitu, Kegiatam Peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (PKPK) di kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara, di bawa program SOLID dapat mencapai target pembangunan prasarana produktif pertanian di 20 desa pada tahun 2017 sampai 2018.

Kepada KabarMalut, Rabu (21/3/2018), saat berbincang dengan salah seorang motivator siapa lagi kalau bukan Zubaedah, S.Pt, MMA, dengan disuguhkan secankir kopi panas, mulai berbagi cerita, sekaligus menunjukan piagam penghargaan kepada dirinya, yang diberikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Pesisir dan Lautan eLSIL Kie Raha – Malut Tamrin A. Ibrahim S. PI, M. Si, atas apa yang telah melaksanakan tugas dan dedikasi pengabdian kepada masyarakat sebagai koordinator Solid Project kabupaten Halmahera Barat tahun 2017 – 2018 pada Smallholder Livelihood Development Project in Eastern Indonesia (SOLID), sejak 24 Maret 2018 kemarin.

Walaupun demikian, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Eksekutif eLSIL Kie Raha – Malut dan atas nasehat Kadis Ketahanan Pangan Halbar Mesak Falila, serta dukungan kerja sama yang baik dari tenaga Fasilitator desa, juga kelompok tani itu sehingga menjadi semangatnya dalam menjalankan amanah ini dengan iklas dan penuh kesabaran.

“Saya mengucapkan terima kasih semua pihak, yang sama – sama bekerja keras sehingga program dapat berjalan sesuai harapan yang diinginkan bersama,” ungkap Zubaedah, yang juga Kabid Konsumsi dan Kewaranan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Halbar.

Koordinator SOLID Halbar, Zubaedah, S. Pt, MMA

Dari puluhan kelompok tani yang di bimbingnya, lanjut Zubaedah, terdapat di satu desa dua Poktan sampai tiga poktan di 20 desa. Diantaranya, Desa Togola Sanger dengan kelompok Mandiri Campuran Pelita II yang di ketuai Bapak Desak Lesabe dari hasil panen padi peningkat drastis dua kali lipat dari biasanya hanya mencapai 120 Kg Beras, namun pada panen kali ini menembus angka sebanyak 400 Kg. hasil ini dijual ke pasar sebanyak 350 Kg, sedangkan sisanya 50 Kg digunakan untuk keperluan makan sehari-hari. Mauapun kelompok lainnya yang hingga mencapai 600 kg, maupun kelompok di desa lainnya juga hasil panennya diatas rata – rata.

Baik itu, di desa Matui, desa Bukumatiti, desaTobaol, desa Gamici, desa Peot, desa Tibobo, desa Podol, desa Goal, desaTabacampaka, desa Ropuh Tengah Boluh, desa RTB, desa Jarakore, desa Taraudu, desa Idamdehe, desa Gamlenge, desa Jere, desa Nanas, desa Ngawet, desa Todowongi, desa Tuada.

Dari puluhan desa binaan SOLID, Zubaedah melihat kesungguhan dan juga kemauan berusaha yang kuat dari setiap kelompol. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut