Kasus OTT di Dinas Keshetan Halsel Kembali Bergulir

  • Bagikan
Kantor Kejaksaan Negeri Halsel

LABUHA – Kejaksaan Negeri Labuha kembali melanjutkan prose penyelidikan kasus Oprasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan yang diduga melibatakn mantan Kepala Dinas dr. Juri Hendarajdi yang terjadi beberap waktu lalu.

Kepala Kejari, Cristian Ratuati pada saat ditemuai di ruang kerjanya, Kamis (22/03/2018), menyebutkan pada tanggal 13 Maret pihaknya menerima surat perintah dimulainya penyelidikan (SPDP) yang ke 2 dari Polres Halsel.

“Kami sudah terima SPDP dari polres tanggal 13 kemarin,” ungkap Cristian.

Sambungnya, sesuai standar operasional prosedur (SOP) 30 hari. Bilamana tidak selesai akan diperpanjang lagi 30 hari.

“Karerna melewati batas waktu sesuai SOP 30 hari selanjutnya kami kembalaikan berkas prerkara,” ucapnya.

Untuk Jaksa kata Cristian, masih tetap Jaksa yang sudah ditetapkan sebumnya yakni Ziko Extrada, Dedi dan Baskoro dan diketuai Ziko Extrda.

“Jaksanya tetap mereka bertiga ketuanya Ziko,” ujarnya.

Salin SPDP dr. Juri Hendarajadi, Kejari Labuh juga tengah menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negri Labuha dengan kasus korupsi Dana Desa (DD) yang dilakukan Kepala Desa Amasing Kota Utara, Satir Usman. Satir pada saat itu menjabat sebagai Kepala Desa menggelapakan dana desa senilai Rp 200 juta lebih tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut