Setahun Terakhir Warga Muhajirin Krisis Air Bersih

  • Bagikan
Warga Desa Muhajirin mengambil air dari kali dengan menggunakan jerigen

DARUBA – Krisis air bersih melanda warga RT 05 Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Selama setahun terakhir, warga tidak mendapat pelayanan air bersih akibat putusnya pipa jaringan milik Perusahan Daerah Air Minum (PDAM).

Salah satu warga Desa Muhajirin, Hamzah Albar mengatakan, pelayanan air bersih dari PDAM tidak lagi normal, sehingga warga merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, memcuci, mandi bahkan buang air besar. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan air hujan dan air kali yang jaraknya kurang lebih 10 km dari desa.

“Saat ini warga  hanya mengandalkan air hujan, kalau tidak kita harus ke kali SP3 untuk mengambil air yang jaraknya kurang lebih 10 km,” kata Hamza kepada KabarMalut, Sabtu (24/3/2018).

Menurutnya, permasalahan ini telah disampikan ke pemerintah daerah namun tidak ada solusi yang berarti. Pemkab hanya memberikan pelayanan air bersih dengan menggunakan mobil tangki, namun lagi-lagi tidak berjalan normal.

“Solusi jangka pendek yang diberikan Pemkab dengan menyediakan air bersih yang diantar menggunakan mobil tangki. Itupun hanya berjalan dua tiga hari, setelah itu tidak lagi hinggan saat ini,” terangnya.

Senada juga diungkapkan Amir Arajapati, ia berharab Pemerintah Daerah sesegara mungkin mengatasi masalah yang mereka hadapi saat ini, mengingat tak lama lagi akan tiba bulan suci ramadhan.

“Jangan sampai kelangkaan air ini mengganggu aktifitas ibadah kita di bulan ramdhan,” cetusnya.

Sementara itu, Wakil Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai, Tamrin Robo ketika dikonfirmasi mengaku terhentinya pelayanan air bersih dikarenakan putusnya pipa jaringan PDAM beberapa waktu lalu saat pengerjaan jalan.

“Memang telah terjadi kelangkaan air bersih di Desa Muhajirin khusunya RT 05, disebabkan oleh ada kerusakan jaringan berlokasi di depan kantor Camat  kurang lebih 25 meter, akibat pekerjaan jalan oleh PT Sama Sejati tahun 2016 lalu,” ungkap Tamrin.

Tamrim  mengatakan, tahun 2018 PDAM telah menganggarkan dana sebesar Rp 500 juta untuk perbaikan jaringan. Akan tetapi hingga saat ini anggaran tersebut belum bisa dicairkan menunggu revisi Perda tentang Penyertaan Modal disahkan DPRD.

“Jika sudah disahkan dan anggarannya telah dicairkan, maka dipastikan kelangkaan air akan segara diatasi,” pungkasnya. (Ifn/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut