Keluarkan Rekomendasi Ganda, Ketua dan Sekretaris PKPI Malut Ditetapkan Tersangka

  • Bagikan
Ketua Bawalsu Malut, Muksin Amri

TERNATE – Perkara dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu terkait dengan pelanggaran pasal 186(a) ayat 1 UU Nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang dilakukan oleh ketua dan sekretaris PKPI Maluku Utara, Masrur H Ibrahim dan Yahya Soamole, telah ditetapkan sebagai tersangka karenaa pada saat pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utrara, telah mengeluarkan rekomendasi ganda kepada 2 pasangan calon.

Perkara tersebut ditangani oleh sentra Penegakan Humum Terpadu (Gakkumdu) yang diproses sebagai temuan Bawaslu bekerja sama dengan Polda Malut. Pembina Gakkumdu, Muksin Armin menyebutkan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan tahapan pemeriksaan dari Bawaslu hingga penyidik kepolisian Polda Malut.

“Beberapa saksi yang dimintai keterangan baik saksi dari 5 anggota KPU maupun saksi dari saya sendiri sebagai ketua Bawaslu  waktu itu juga dimintai keterangan, dan kami serahkan kepada penyidik kepolisian dalam hal ini penyidik Polda Maluku Utara untuk menangani selama 14 hari,” kata Muksin saat melakukan konfrensi pers di Kantor Bawaslu Malut, Kamis (29/3/2018).

Muksin menyebutkan, tahapan pertama adalah tahapan yang dilakukan oleh penyidik Polda Malut setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi sekretaris jendral PKPI pusat, sehingga dilakukan gelar perkara pada Rabu di Polda Malut   dan menetapkan tersangka ketua dan sekertaris partai.

“Ketua dan sekretaris partai yang mendaftrakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tidak ada rekomendasi dari DPW partai maka dipidana hukumanya dengan ancaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 6 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, kedua tersangka sudah dimintai keterangan oleh penyidik polda sebagai tersangka, dan hasil kesepakatan penyidik tidak ditahan karena kedau tersangka koperatif saat dipanggil oleh polda juga hadir, akan tetapi kedua tersangka diwajibkan 1 x 24 jam melaporkan kepada penyidik polda sebelum penyerahan tahap 2 ke kejaksaan.

“Penyidik polda telah menyita alat bukti, sehingga tersangka tidak bisa lagi melarikan diri, dari Gakkumdu sampai penyelidikan dari tahap pemeriksaan itu ditemukan 2 alat bukti cukup sehingga ditetapkan tersangka,” pungkasnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut