Tak Proaktif, Presclub Persigo Sesali Pengawas Pertandingan Tournament QC I

  • Bagikan
Preseden Club Persatuan Sepak Bola Gotowasi (Persigo)  FC, Muhibu Mandar

MABA – Tournament Qimalaha Cup I (QC I)  di Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), pada beberapa waktu lalu dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Haltim Ir.Muh Din, dan kini sudah masuk dalam putaran 16 besar, akan tetapi menjadi keresahan para pengemar sepak bola, sebab dianggap apa yang telah disepakti bersama dalam metting, tidak sesuai kenyataan di lapangan dan tidak proaktif dalam pertandingan.

Hal ini, diakui Preseden Club Persatuan Sepak Bola Gotowasi (Persigo)  FC Muhibu Mandar, mengaku sejumlah kesepakatan yang mana telah disepakati bersama oleh Komisi perwasitan, Pengawas Pertandingan dengan Seliruh Oficial pada saat Teknikal Metting yakni pasal 6 poin 4 , di mana seluruh tim diwajibkan mengikutsertakan pemain dengan usia 17 tahun  dan jika tidak maka tim tersebut dinyatakan gugur alias diskualivikasi.

“Ini terjadi pada saat Persigo menjamu Madalamo FC pekan lalu, Madalamo FC tidak menurunkan pemain U17 tapi komisi perwasitan dan pengawas pertandingan terkesan cuek bahkan abaikan saat kami melakukan protes,” akunya.

Muhibu, menyebutkan telah melakukan protes dan memasukkan sejumlah pengaduan ke komisi pengawasan pertandingan dan ke komisi perwasitan akan tetapi pihak pengawas pertandingan dan komisi perwasitan tidak mengindahkan gugatan tersebut.

“Alasan asprov PSSI katanya aturan itu sudah tidak dipakai lalu kenapa ini harus disepakati pada teknikal metting, kami merasa kami dirugikan dan ini tidak benar,” pungkasnya.

Sehingga itu, dirinya  menegaskan  kepada Ketua Asprov PSSI agar mengevaluasi kembali kepengurusan Asprov, pasalnya  Asprov yang dipercayakan mengawasi jalannya pertandingan pada laga QC I akan tetapi yang terjadi malah kebalikan bukan menyelesaikan masalah malah memihak dan dan tidak pro aktif.

“Hal ini menunjukan kelemahan asprov dan komisi pertandingan tdk bertanggung jawab dan tidak ada niatan baik untuk memperbaiki kesalahan yang kaya seperti ini, katanya kita mau belajar atur dan tunduk aturan Namun kemudian apa yang sudah ditetapkan tapi kemudian diabaikan ada apa ini,” cetusnya.

Sehingga itu, lanjutnya, jika sikap Asprov seperti demikian maka dunia persepakbolaan di Maluku Utara tidak akan berkembang maju.

“Bagimana mau maju hal yang salah dibenarkan, sehingga itu perlu banyak  evaluasi agar bisa menepis dan menutup semua kesalahan dan kelalaian yang pernah dilakukan,” terangnya. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut