ASN Pemprov Persoalkan 2 SKPD Miliki Fingerprint di Ternate

  • Bagikan
Fingerprint di kantor cabang Unit Layanan Pengadaan Provinsi Malut

TERNATE –  Instruksi Gubernur Maluku Utara agar seluruh pegawai di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk berkantor di Ibu Kota Provinsi, di Sofifi. Rupanya mentah dan tak bertaji. Bagaimana tidak, meskipun dimanja dengan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) agar memacu semangat ASN berkantor di Sofifi tetap saja  hal ini tidak efektif.

Bahkan dengan aturan pembayaran TTP berdasarkan kehadiran di Sofifi,  yang dibuktikan dengan alat fingerprint untuk pindai sidik jari, akan tetapi masih ada saja SKPD yang mengakali agar mendapatkan TTP, meskipun tidak ke Sofifi, sebeb di 2 kantor cabang SKPD di Ternate memiliki alat fingerprint.

Berdasarkan hasil penelusuran KabarMalut, Rabu (4/4/2018), di sejumlah kantor cabang SKPD di Ternate, terdapat 2 SKPD yang memiliki alat fingerprint, yaitu Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang berkantor di jalan mononutu atau eks kantor Bank Mandiri. Dan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang beralamat di jalan A Nasution Kelurahan Gamalama Kecamatan Kota Ternate Tengah atau samping SMP Negeri 1 Ternate.

Kantor cabang Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Malut

Hal ini membuat, kecemburuan ASN yang berkantor ke Sofifi karena, mereka harus menyebrang laut untuk bisa ke tempat kerjanya, padahal salah satu alasan diberikan TTP karena pertimbangan transportasi menuju tempat kerja.

“Kita setiap hari harus melawan ombak menyebrang ke Sofifi, lalu mereka (BPPKAD & ULP) hanya senang saja pakai fingerprint ke di Ternate,” ujar salah satu ASN yang namanya tak mau dipublis.

Menurutnya, apa yang terjadi ini merupakan bentuk perlakukan ketidakadilan terhadap sesama ASN, sebab aturan diberikan TTP harusnya berkantor di Sofifi dan bukan berkantor di Ternate apalagi memiliki fingerprint di kantor cabang.

“Sungguh ini tidak adil bagi kami yang berkantor ke Sofifi, kalau mau konsisiten harusnya semua berkantor di Sofifi dan tidak boleh ada yang punya fingerprint di Ternate,” tergasnya. (Ong)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut