Terjaring Razia, Oknum ASN Halsel Ngamuk dan Ancam Petugas

  • Bagikan
Saida mengamuk saat terkena razia, ASN yang keluyuran pada jam kantor oleh Satpol PP Halsel. (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)  yang diketahui bernama Saida, berontak dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada beberapa petugas Satpol  PP saat dirinya dirazia di salah satu kos-kosan yang terletak di bilangan Desa Tomori Kecamatan Bacan.

Saida yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan  Halsel itu, terjaring razia karena berkeliaran di luar kantor saat jam kantor berlangsung. Ketika ditanyai  sejumlah petugas provos dari Satpol PP, Saida mengaku dirinya berada di luar kantor karena menjalankan tugas.

“Saya di sini karena ada tugas membawa salah satu korban untuk divisum,” kata Saida, saat ditanya oleh anggota Satpol PP, Rabu( 4/4/2018).

Untuk membuktikan dirinya benar-benar menjakankan tugas dari kantor, salah satu anggota Satpol PP meminta dirinya menunjukan surat tugas dari kantor, namun Saida tidak bisa membuktikan surat tugas yang diminta. Demi membela diri, Saida juga menelepon Kastapol PP, Nonce Totononu, Saida melaporkan kepada Noce bahwa dirinya dirazia, namun tak ada respons yang jelas dari Kastapol PP.

Tak hanya itu, Saida juga berontak dan mengeluarkan kata B**i kepada salah satu anggota Satpol PP karena memotret dirinya dengan menggunakan henpone.

“B**i ngan jangan foto,” teriak Saida sembari berteriak, mengaku menjalankan tugas.

Tak hanya anggota Satpol PP, beberapa wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan razia itu juga dibentak bahkan diancam oleh Saida.

“Ngan juga bikapa foto. Awas ngan e sampe kita p foto kaluar di koran,” ancam Saida dengan nada tinggi

Tak berselang beberap saat, Kepal Bidang Pencegahan Satpol PP, M. Zaki Wahab datang dan menenangkan dirinya.

Terpisah Wakil Bupati Halsel, Iswan Hasjim saat dikonfirmasi via telepon mengatakan,sebagai ASN jangan menunjukan sikap yang tak terpuji di tempat umum. Jika dirazia berikan alasan yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya tunggu laporan dari Satpol PP besok. Kalau dirazia kasih alasan yang baik-baik, jangan mempertontonkan sesuatu yang tidak baik, apalagi sebagai Aparatur Sipil Negara,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut