Soal PAW, Internal Demokrat Memanas

  • Whatsapp
Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat Haltim, Zulkifli Djafar

MABA – Rencana Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur (Haltim) dari Partai Demokrat, membuat internal DPC Partai Demokrat Haltim mulai memanas.

Juru Bicara Partai Demokrat Haltim, Julkarnain Adjision mengaku dalam waktu dekat akan melakukan PAW atas meninggalnya salah satu anggotanya  (M Saleh) yang duduk di kursi DPRD Haltim beberapa waktu lalu.

“Saat ini sudah menyampaikan langkah-langkah untuk dilakukan PAW, mengingat  kursi yang ditinggalkan oleh almarhum di DPRD masih juga kosong, sehingga itu pada prinsipnya kita tetap memproses sebagiaman perintah PKPU dan juga Undang Undang Pemilu legislatif,” kata Julkarnain kepada wartawan, Kamis (5/4/2018).

Peraturan perundang undagan megisyaratkan pergantian itu, pihaknya telah menelaah dan sesuai hasil perolehan suara terbanyak kedua pada Pileg lalu setalah almarhum M Saleh, suara terbanyak kedua lah yang akan didorong menggantikan kekosongan itu.

“Dan yang menepati urutan kedua yakni bapak Yusak Kiramiss SH. Saat ini masih menyiapkan segala administrasi yang dibutuhkan untuk diajukan ke pimpinan DPRD Haltim,” pungkasnya.

Namun pernyataan Julkarnain ini ditepis Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat Haltim, Zulkifli Djafar. Menurutnya, proses PAW ada mekanisme internal partai yaitu melalui pembahasan dalam Rapat Pengurus Harian sebelum diproses atau diusulkan lebih lanjut ke DPD dan DPP Partai Demokrat,  proses dan mekanime itu belum dilakukan.

“Ko unjung-unjung katanya sudah diproses adminitrasinya ke KPUD Halmahera Timur, jadi saya ingatkan  kalau berstatemen jangan terkesan seperti orang tidak tau atau tidak paham organisasi. Kita ini bukan orang yang baru berpartai Demokrat kemarin dulu, statement Anas (Julkarnain) itu terkesan membuka aib,” tegasnya.

Dirinya juga memberikan catatan  ke  saudara Yusak Kiramis yang secara sepihak mau diusulkan mengganti almarhum M Saleh, bahwa Yusak telah kehilangan haknya mengganti almarhum. Pasalnya Yusak tidak pernah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya selaku kader Partai Demokrat melalui kegiatan-kegiatan partai sejak Caleg 2014 sampai sekarang.

“Bagaimana menuntut hak, kalau kewajiban tidak dilaksanakan, cara dan perilaku semacam ini yang bikin partai jadi rusak. Jadi  saya ingatkan jangan coba-coba mengambil langkah sepihak membela kader karbitan dan melukai hati kader atau pengurus aktif partai yang selama ini cinta, setia dan loyal serta berkeringat membangun dan membesarkan Partai Demokrat di Haltim,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait