Sabri Habib, dari Aktivis Jalanan, Pengamen Hingga jadi Kades Maffa

  • Bagikan
Kades Maffa, Sabri Habib

LABUHA – Suara harmonika meliuk liuk merdu di malam yang cukup larut itu, teknik blow atau tiupan pada 10 lubang harmonika diatonik untuk menciptakan nada C, E dan G, lalu diselingi dengan draw atau hisap untuk nada D, G, E, F dan A, sesekali memainkan teknik bending untuk menciptakan rasa musik blues yang kental, membuat teduh setiap telinga yang mendengarnya.

Suara gitar kembali mengambil dominasi setelah jeda harmonika, petikan demi petikan senar gitar dipadu dengan harmoni menjadikan malam itu cukup layak disebut istimewa untuk warung makan di pusat kuliner di Kota Ternate tepat dapan kantor eks gubernur Maluku Utara yang kini  telah menjadi landmark.

Tak banyak yang tahu atau mungkin acuh dengan para pengamen yang menyambung hidup dengan keahlian bermain musik dan menyanyi, dan tak banyak yang tahu pula diantara pengamen itu ada aktivis jalanan juga mahasiswa yang memilih mandiri dan berusaha meringankan beban orang tua di kampung halaman. Salah satu dari mereka adalah Sabri Habib yang kini menjadi Kepala Desa di Maffa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepada KabarMalut, Abi (sapaan akrab Sabri) menceritakan lika liku perjalannya dari aktivis jalanan hingga menjadi kepala desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Halteng itu, Minggu (8/4/2018).

“Untuk memenuhi kebutuhan kuliah selain dari hasil tani orang tua, saya jadi pengamen di warung-warung kaki lima di Kota Palu dan di Kota Ternate saat cuti kuliah di Palu dan pulang ke ternate,”  kata Abi mulai bercerita.

Pendiri paguyuban Himpunan Mahasiswa Halmahera Selatan – Palu Sulawesi Tengah (HIPPMA Halsel Palu Sulteng) ini menuturkan, selain kuliah dirinya sangat aktif dibidang sosial kemasyarkatan, dengan mengikuti sejumlah organisasi seperti Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia Palu Sulteng  (LS-ADI), Anggota IPPMMU (Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan), Kader PMII Kota Palu, Pengurus Serikat Kebudayaan Indonesia (SeBUMI) Maluku Utara.

“Setelah lulus kuliah 2012, saya masih tetap mengamen bersama empat adik sepupu yang kuliah di Kota Palu dan berbagai macam pekerjaan yang kami lakoni termasuk menjadi pengrajin Batu Bacan,” ungkapnya.

Pada tahun 2015,  lulusan Fakultas Agama Islam Universitas Alkahiraat Palu ini kembali ke kampung halaman dan mengikutsertakan diri dalam pencalonan kepala Desa di Pemilihan Kepala Desa Serentak, 249 desa di Halmahera Selatan pada tahun 2016. Aabri Habib terpilih sebagai Kepala Desa Maffa dengan Visi Misi yang cukup revolusioner.

“Visi saya menjadikan Desa Maffa yang Mandiri, Beriman dan bertakwa, sedangkan misi saya adalah satu, Menyelenggarakan pemerintahan desa yang bersih dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Kedua, meningkatkan pemerintahan dan pembangunan desa. Ketiga mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam melaksanaan pembangunan desa. Empat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Dan lima, mengembangkan perekonomian serta meningkatkan kehidupan desa yang demokratis, nasionalis dan agamis,” papar pemilik gelar sarjana syariah ini.

Bagi sabri habib, menjadi pemimpin yang dicintai masyarakat Itu sedehana dan merakyat. Dan merakyat itupula sangatlah sederhana. Yakni, membangun atau melaksanakan Pembangunan Infrastruktur, Bindang Pembinaan dan Pemberdayaan yang sudah diprioritaskan dalam hasil musyawarah bersama masyarakat dan harus berjiwa sosialis.

Ditangan pemuda 29 tahun ini, Desa Maffa yang juga Ibu Kota Kecamatan mulai berbenah, nama Desa Maffa barangkali sebelumnya masih jarang terdengar. Namun, satu Tahun Lima Bulan terkahir nama Desa Maffa kini mulai mengalmi kemajuan, bahkan melaui tangan dinginya desa Maffa mendapat Bantuan 1 unit Mobil Hilux dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halsel Tahun 2017.

“Kemajuan infrastruktur, fasilitas publik, Jasa angkutan umum dari Bumdes Bolly Jaya Desa Maffa. hingga berbagai terobosan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mulai banyak terlihat dan dirasakan oleh warga. Semua itu tak lepas dari kepercayaan warga untuk memberi amanah memegang tampuk kepemimpinan di desa,” kata lulusan SMP Maffa dan MA Alkhairaat Pulau Bunyu ini.

PAUD Maffa yang dibangun dari Dana Desa

Selain itu juga, Kades yang dikenal memiliki paras wajah dan kulit Hitam Manis itu piawai menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu memajukan Desa Maffa sebagai wajah Ibu Kota Kecamatan yang maju seperti ibu kota kecamatan yang maju pada umumnya di Indonesia, dan mampu menjadikan Desa Maffa salah satu rujukan pembangunan oleh desa-desa sekitarnya.

Melalu dana desa, alumni SD Inpres Surya Timur Desa Maffa pada tahun 1994 ini, telah membangun gedung PAUD lengkap dengan fasilitasnya, dirinya berkomitmen akan terus membangun desa dan membantu masyarkat sebaik baiknya. (Ong)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut