Polres Halteng dan KJLH Gelar FGD

  • Bagikan
KJLH saat berfoto bersama dengan Kapolres Halteng

WEDA – Mengantisipasi berita hoax dan isu SARA pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara (Malut) mendatang Polres Halmahera Tengah bersama Komunitas Wartawan Halteng (KJLH) menggelar forum group discusion (FGD), Senin (9/4/2018)

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Andri Haryanto, mengatakan bahwa, hoax merupakan fenomena baru yang berdampak sangat luas yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas.

“Saat ini akan berlangsung pemilihan Gubernur dan wakil gubernur tentunya harus didukung dengan situasi yang aman dan kondusif tanpa hoax dan isu sara,” ucapnya.

Menurutnya, Polri tidak akan mampu secara seratus persen dalam memerangi hoax serta mengantisipasi adanya isu SARA. Untuk itu bantuan dan kerja sama dari media serta masyarakat sangat diharapkan demi terciptanya pilkada yang aman dan damai.

“Kerja sama yang baik antara polri dan media dalam memerangi hoax merupakan harapan kami. Ini agar semua isu bisa dikanter dan diatasi,” tandasnya.

Menurut Kapolres, bahwa yang bisa mengklarifikasi Hoax dan politisi SARA adalah media resmi yang ditulis jurnalis dengan berlandas kode etik jurnalis. Kita harus kerja sama, agar semua isu bisa di kanter dan atasi.

“Untuk itu selaku kapolres saya memberikan apresiasi kepada wartawan, walaupun dalam melakukan peliputan di lapangan itu sendiri namun dapat memberikan informasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Kasat intel polres halteng IPTU Abner Alexander Djangu menambahkan, pusat pemberitaan yang sering dikanter ada dua yakni informasi yang tertulis dan yang keluar dari mulut. Menurutnya, kalau informasi tertulis bisa diklarifikasi, akab tetapi kalau keluar dari mulut tidak bisa diklarifikasi.

“Ini yang kita takutkan, bahkan ini kalu disampaikan ke masyarakat akan di percaya apalagi yang memberikan informasi adalah orang yang berkompeten,” katanya.

Ia meminta, agar mengantisipasi isu yang bersal dari luar, karena bisa saja orang yang tidak suka dengan degan pimpinan saat ini memberitakan berita hoax kepada masyarakat.

“Kalau situasi pilgub di halteng tidak terlalu rawan seperti daerah lain, namun isu hoax harus tetap kita antisipasi,” pungkasnya.

Sementara itu komunitas Wartawan Halmahera Tengah (KJLH) mendukung polres Halteng dalam memerangi hoax dan isu sara.(Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut