KPU : Data Pemilih Tidak Lengkap, Berpotensi Tidak Bisa Coblos

  • Bagikan
Ketua Devisi Program dan Data KPU Haltim, Mamat Jalil

MABA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Timur (Haltim),  memastikan warga yang memeliki data tidak lengkap, berpotensi tidak dapat menyalurkan hak pilih dalam momentum Pemilu kali ini. Sebab terdapat sebanyak 3.000 lebih  warga di Haltim, yang memiliki elemen data kependudukan tidak lengkap.

Ketua Devisi Program dan Data KPU Haltim, Mamat Jalil mengatakan, hasil coklik yang dilakukan beberapa waktu lalu, ditemukan sebanyak 11.875 katogori pemilih potensial non e-KTP. Namun dari data yang ada, setelah dilakukan falidasi oleh pihak Dukcapil, tercatat sebanyak 7.299 orang yang telah melakukan perekaman e-KTP.

“Sisanya sebanyak 3.518 belum sama sekali melakukan perekaman,” kata Mamat dalam kegiatan rapat kordinasi dengan pihak Dukcapil dan Panwas, Rabu (11/4/2018).

Dari 3.518 pemilih yang tidak terkafer dalam data kependudukan, lanjut Mamat, kebanyakan disebabkan karena elemen data kependudukan tidak lengkap, dan hasil kroscek oleh Dukcapil.

“3.000 lebih ini ada yang memang belum melakukan perekaman tetapi ada juga yang datanya tidak sesuai. Semisalnya NIK dan Kartu Keluarganya di Haltim, tetapi perekaman e-KTP nya di daerah lain,” terangnya.

Untuk itu, dirinya  menjamin jika elemen data tidak memenuhi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, maka pihaknya tidak akan mengakomodir untuk dimasukan dalam daftar pemilih.

“Jadi tidak bisa terakomodir, karena basis data yang kita gunakan adalah e-KTP, sebagaimana diatur dalam PKPU. Dan sekalipun pemilih itu sudah terdaftar dalam DPT tetapi saat hari pencoblosan nanti diwajibkan untuk membawa e-KTP, bagaimana kalau KTPnya dari luar, otomatis tidak bisa,” pungkasnya.

Sementara hasil data sementara pemilih Haltim dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) mencapai 55.874 jiwa pilih. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut