CJH Halsel Diminta Lunasi Biaya Haji

  • Bagikan
Kantor Kemenag Halsel

LABUHA – Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Halmahera Selatan, meminta kepada seluruh Calon Jamaah Haji (KJH) Halsel, yang telah mendapatkan porsi keberangkatan ke tanah suci pada tahun 2018 ini,  supaya segera melalukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

Penegasan ini disampaikan menyusul telah dikeluarkannya surat edaran Kemenang RI melalui Dirjen penyelenggara haji dalam negeri pada tanggal 13 April lalu. Di mana penetapan biaya BPIH ini mengacu pada keputusan presiden (Kepres) nomor 7 tahun 2018 tentang penetapan biaya penyelengaraan ibadah haji tahun 1439 hijriyah 2018 masehi.

“Keputusan Menteri Agama nomor 220 tahun 2018 tentang pembayaran biaya penyelengaraan haji reguler serta keputusan Direktur Jenderal penyelengaraan haji dan umroh nomor 148 tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan pembayaran biaya ibadah  haji reguler tahun 1439 hijriyah 2018 masehi,”  kata  Kepala Seksi (Kasi) Penyelengaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Halsel. Mizna Laila Albaar,  kepada wartawan Senin (16/4/2018).

Mizna menyebutkan, terkait dengan jadwal pelunasan reguler dibagi menjadi dua tahap,  dilaksanakan setiap hari kerja. Untuk tahap pertama pelunasan dimulai pada tanggal 16 April hingga 4 Mei mendatang. Sedangkan tahap kedua pada tanggal 16 Mei 2018 hingga 25 Mei, melalui Bank masing masing penerima setoran dari Bank konfensional ke Syariah.

“Jadi nanti proses pembayaran untuk pelunasan biaya BPIH dilakukan di masing masing bank penerima setoran dengan mengunakan sistem syariah,” ungkapnya.

Lanjut dia untuk besaran biaya BPIH tahun ini yang harus di lunasi sebesar Rp 39.507.741 juta,  dibandingkan dengan tahun lalu ada mengalami kenaikan. Ditambahkannya bagi calon jamaah haji yang akan melakukan pelunasan harus memiliki persyaratan surat istitha atau surat dinyatakan sehat dari Dinas Kesehatan setempat.

“Nanti yang bisa melalukan pelunasan BPIH tahun ini,  itu mereka (CJH)  yang telah mengantongi surat dari Dinas Kesehatan yang menerangkan bersangkutan sehat dan layak berangkat, jika tidak ada surat keterangan tersebut maka jamaah tidak boleh lakukan pelunasan di Bank, sebab ini ketentuan,” pungkas Ketua Muslimat NU Kab. Halsel itu. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut