APAK Halbar Desak Polda Tuntaskan Dugaan Korupsi di Disnakertrans

  • Bagikan
Koordinator APAK Halbar, Charles Basay

JAILOLO – Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Halmahera Barat (Halbar) mendesak penyidik Polda Maluku Utara (Malut) segera menuntaskan kasus dugaan korupsi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halbar tahun 2011-2012 senilai Rp 1,3 miliar. Pasalnya, penanganan kasus yang melibatkan mantan Plt Kepala Disnakertrans Halbar M. Zakir Mando itu, hingga kini tidak ada kejelasan.

Koordinator APAK Halbar, Charles Basay mengatakan, penanganan kasus di Disnakertrans itu sudah cuma lama, tetapi tidak ada kejelasan penyelesaiannya. Padahal anggaran Rp 1,3 miliar yang diperuntukkan pembangunan infastruktur di Desa Jano Kedi, Kecamatan Loloda bermasalah dan menjadi temuan BPK RI kerena merugikan negara.

“Kami menduga ada permainan kong kali kong oleh pihak Ditkrimsus Polda Malut. Sebab, waktu menggelar aksi unjuk rasa kemarin tetapi tidak diterima secara baik, artinya dalam hal ini Ditkrimsus tidak dengan tegas bersikap pro aktif terhadap aksi kami,” kata Charles kepada KabarMalut, Minggu (22/4/2018).

Charles mengaku, jika penyidik Polda Malut tidak mampu menyelesaikan kasus yang melibatkan Wakil Bupati Halbar ini, alangkah baiknya diserahkan ke Kejati Malut. Sebab ada aturan yang mengikat tentang penanganan kasus yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Kami mendukung penuh dan atau apabila tidak ditangani secara baik maka kami memohon pihak Kejati untuk mengambil alih kasus ini, karena ada contoh kasus lainnya ditangani oleh pihak Kejati Malut, jika tidak mampuh ditangani oleh penenag hukum lainnya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut