7 Bulan Tunggak Gaji, Sejumlah Perangkat Desa Palang Kantor Desa

  • Bagikan
Kondisi Kantor Desa Papaloang yang dipalang warga

LABUHA – Sekretaris Desa Papaloang bersama sejumlah Kaur serta BPD dan masyarakat Desa Papaloang melakukan aksi pemalangan kantor desa. Hal ini dilakukan lantara Kepala Desa Papalonlang Safri Abdullah tak kunjung membayar gaji para perangkat desa tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini, Kepala Desa Safri Abdulah tidak membayar gaji perangkat desa selama 7 bulan dengan jumlah yang bervariasi. Bahkan gaji Sekretaris Desa sendiri juga belum dibayar  selama 3 bulan. Selain itu Safri juga tak pernah berkantor.

“Bagaimana tidak dipalang, kantor desa saja tak pernah dibuka, pelayananya bagimana,” ungkap Sekretaris BPD Papaloang Tauhid Ismail saat ditemui Desa Papaloang, Selasa (24/4/2018).

Dirinya menambahkan, selama  7 bulan anggota BPD tidak menerima tunjangan dengan rincian per bulanya Rp 800 sekian dengan jumlah anggota 5 orang. Selain anggota BPD sejumlah Kaur juga mengalami hal yang sama.

“Kaur-kaur juga 7 bulan tak dibayarkan, hanya mereka gajinya per bulan Rp 1.450.000, sehingga sudah diangka Rp 50 juta sekian,” ucapnya

Hal ini juga dibenarkan oleh Sekretaris Desa Papaloang Sarmin, dimana kaura-kaur juga belum menerima gaji, bahkan dirinya sendiri juga belum terbayarkan selama 3 bulan.

“Kalau saya punya 3 bulan, dengan rincian per bulan Rp 2 juta sekian, sehingga kurang lebih Rp 7 jutaan yang belum diterima,” ujaranya.

Menurut Sekdes, aksi ini murni karena kekecewaan masyarakat atas tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Safri Abdullah yang sudah tidak mampuh menjalankan roda pemerintah desa.

“Lampu kantor juga diputuskan oleh pihak PLN sudah 3 bulan lamanya,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan fisik 40 persen juga tak ada bukti sama sekali dimana hanya satu unit WC yang dibangun dan tak selesai, bahkan honor PAUD dan PKK serta pemuda dan balita serta lainnya juga tidak dibayarkan. Atas dasar itu, masyarakat Desa Papaloang mengancam akan melakukan aksi meminta Kapala Desa Safri Abdullah mundur dari jabatan Kepala Desa.

“Kami yang menggangkat dia jadi kami yang akan menurunkannya,” imbuhnya

Sementara Kepala Desa Safri Abdullah, dikonfirmasi mengaku belum bisa membayar semua itu karena belum ada pencairan dari DPMD terkait semua gaji dan tunjangan serta lainnya dari pemerintah daerah.

“Saya bayar pakai apa, kalau belum pencairan,” cetus Kades.

Lanjut dia, pihaknya akan membayar semua tunggakan tersebut jika sudah dicairkan anggarannya dari pemerintah daerah.

Sementara menyangkut dengan tidak fungsinya kantor desa, dirinya mengaku sudah bosan dengan sikap kaurnya dimana setiap harinya hanya dirinya yang membuka kantor tersebut.

“Kalau saya tidak ada, karena ada sekretaris dan kaur, kan mereka bisa buka dan aktifkan, kalau harapnya hanya saya bagaimana mau dibuka,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut