Tak Dianggap Warga Marabose, Keluarga Pasien Gizi Buruk Tunjukan Keterangan Domisili

  • Bagikan
Surat Keterangan Domisili yang dikuarkan Pemdes Marabose

LABUHA – Disebut bukan warga marabose, ibu pasien balita Gizi Buruk, Darlisa Hamir menunjukan keterangan domisil yang dibuat oleh Pemerintah Desa Marabose saat masuk di RSUD Labuha.

Entah kenapa Kepala Dinas Kesehatan, Akhmad Radjak  tidak mengakui bahwa pasien tersebut bukan berdomisil di Desa Marabose melainkan berdomisil di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, TPA itu berada di wilayah Desa Marabose Kecamatan Bacan Timur.

Merasa dipojokan orang tua balita tersebut saat ditemui di RSUD melihatkan surat keterangan domisil yang dibuat oleh pemerintah Desa Marabose kepada sejumlah wartawan.

“Ini kami urus di Desa marabose, karena kami tinggal disana,” ucap Darlisa saat ditemui di Ruang Poli Anak RSUD Labuha, Selasa (24/4/2018).

Darliasa mengaku mengurus surat tersebut lantaran masuk dalam kategori tidak mampu, sehingga meminta surat keterangan domisili di pemerintah Desa Marabose.

“Ini suratnya ada, silahkan lihat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Ahmad Rajak mengatakan keluarga balita penderita gizi buruk tersebut tidak berdomisil di Desa Marabose melainakan di TPA.

“Tempat balita itu tinggal di TPA disana bukan di Desa Marabose,” ungkap Akhmad.

Meski TPA yang dimaksudnya, berada di lingkungan Desa Marabose juga kediaman pribadi Bupati Halsel, Bahrain Kasuba. Namun Kadis Kesehatan mengaku pendirita gizi buruk bukan warga Desa Marabose tetapi bertempat tinggal di TPA.

“Dia, itu tinggal di tempat pembuangan akhir kalian tau, di jalan masuk kedalam sana,” ujarnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut